zaterdag, februari 28, 2009

FACEBOOK
It's All About You


FB sontak mendjadi mainan baroe boeat banjak orang.
oentoek mereka jang terdjebak di kehidoepan silam
Dan masih teroes mengingat batapa indah masa laloenja
Terlepas dari apakah ingatannja itoe benar - karena memori kita tjenderoeng merepresi kenangan pahit dan menjimpan jang manis-manis sadja - sehingga pengalaman posma, opspek, mapras ataoe apalah namanja jang doeloenja pahit terkadang diingat sekarang djadi terasa indah.
Boeat mereka, FB adalah sarana oentoek itoe.
oentoek melihat lagi sosok sahabat jang raib entah kemana kini moentjoel gambarnja dihadapan kita. Gendoet, botak dan beranak 3
Ataoe si Foelan jang doeloenja ndeso kini menoeliskan Los Angeles sebagai kota domisilinja, lengkap dengan imboehan aloemni UCLA tahoen doeariboe sekian dibawah namanja....

FB djoega memandjakan mereka jang mementingkan kekiniannja.
Bertemoe sahabat baroe.
Membangoen djaringan sosial
Mentjari simpati poeblik dalam rangka Pemiloe jang kian dekat.
Bahkan sekedar mentjari TTM (teman tapi mesra) oentoek diadjak BBS (bobok bobok siang)

Bioes FB telah menjihir kita semoea.
Dan gemanja lebih dari instan messenger
Lebih dari Friendster
Karena FB mampoe menjandingkan semoea kelebihan dari djaringan sosial pendahoeloenja.
Apapoen mimpi anda.
Disini anda bebas mengepresikannja.
It's All aboout YOU

Lantas kita poen terhanjoet
Tak sabar oentoek menanti permohonan kita oentoek mendjadikan seseorang sebagai teman disetoedjoei jang bersangkoetan
Goendah menoenggoe si pemilik wadjah tjantik somewhere out there tergoda oentoek memasrahkan nomer HP-nja.
Ataoe sebatas genit oentoek membagikan isi benaknja disini.
Seperti saja jang rela begadang malam-malam oeoentoek menoeliskan tjatatan tidak bermoetoe ini
Padahal besok pagi mesti kembali terdjebak roetinitas dan kematjetan djakarta jang membelenggoe....

maandag, mei 19, 2008

Obituari

Sophan Sophian....
Sebagai bagian dari generasi masa laloe, saja termasoek pengangoem sosok satoe ini.
Baik semasa dia masih di dunia film, ataoepoen saat terdjoen ke kantjah politiek. Meski oentoek jang terakhir ini saja tjenderoeng berada di fihak jang tidak sealiran dengannja.

Bagaimanapoen saja kembali bangga dan mengagoeminja ketika dia memoetoeskan berhenti dari kegiatan politiek karena perbedaan paham dengan kelompok jang selama ini diwakilinja.

Saja merasa ... ach akhirnja orang besar ini bisa melihat seperti apa sebenarnja kelompoknja selama ini.

Dan kegiatannja selandjoetnja menoendjoekkan betapa besar tjintanja kepada bangsa ini, meski baktinja sebagai politisi lebih membawa keketjewaan jang mendalam kepadanja. Keketjewaan jang memboeatnja djadi kehilangan kepertjajaan pada doenia politik tanah air jang - kalaoe boleh djoedjoer - memang memoeakkan.
Dan salah satoe boekti ketjintaannja pada bangsa ini adalah ketika bersama 270 penggemar motor gede dia melakoekan perdjalanan dalam rangka membangkitkan kembali rasa kebanggan sebagai bangsa sekaligoes memperingati 100 tahoen Kebangkitan Nasional
Perdjalanan jang semestinja akan berkhir di Istana Merdeka dihari Kebangkitan Nasional.
Tapi takdir menentoekan lain...

Ayah doea poetra dan kakek satoe orang tjoetjoe ini terdjatoeh akibat menghindari loebang dijalan. Djatoeh dan tak mampoe bangkit lagi. Disana, dijalan roesak berloebang jang belakangan banjak ditemui di negara jang bangkroet karena koroepsi ini, Pria kelahiran Makassar itoe berpoelang. Meninggalkan bangsa jang sangat ditjintainja oentoek selamanja.

maandag, maart 31, 2008

Lagi-lagi Saoedara Kita Kelaparan!

Kabar mengenaskan datang lagi dari Makassar.
Setelah heboh kasoes kematian iboe hamil toedjoeh boelan dengan anaknja jang didoega karena kelaparan beberapa minggoe silam, kasoes seroepa kembali teroelang.
29 Maret laloe, Darnawati, iboe beroemoer 39 tahoen meninggal doenia di roemah sakit setelah diare jang dideritanja tanpa sempat dirawat.
Koran lokal Makassar Fajar memberitakan iboe malang itoe djatoeh tak sadarkan diri di pintoe roemah sakit sebeloem mendapatkan pertolongan, sementara kedoea anaknja masih dapat diselamatkan meski dalam keadaan gizi boeroek.

Kemana lagikah saoedara kita mesti meminta perhatian?
Disaat orang-orang jang mestinja memikirkan nasib mereka boeroe-boeroe tjoetji tangan ketika kasoes seroepa terdjadi?

Pedjabat dinas kesehatan setempat membantah Darna meninggal karena gizi boeroek dan merasa tjoekoep dengan membebaskan keloearga malang itoe dari semoea biaja roemah sakit. Sementara di Djakarta dirjen Pelajanan Medik menjeboetkan itoe adalah tanggoeng djawab pemerintah daerah di djaman otonomi ini.

Kemana poela rasa kesetiakawanan sosial jang doeloe pernah kita bangga-banggakan?

Kalaoe oentoek kasoes pertama, keloearga Daeng Besse dianggap penghuni liar dan hidoepnja berpindah-pindah sehingga tidak terpantaoe dalam sistem, apalagi dalih jang akan di djadikan tameng kali ini???
Berapa orang lagi jang mesti hidoepnja direnggoet paksa oleh kenjataan ketidakpedoelian kita (batja: pemerintah, pen)sebeloem hati kita tergerak????

Moengkin hanja waktoe jang akan bisa mendjawab.

zaterdag, maart 29, 2008

Talk Is Cheap

Ja...
Seperti djoedoel lagoe lamanja Keith Richards saat lagi ngambek dari Rolling Stones, talk is cheap.... ataoe moengkin dalam konteks ini lebih pantas kalaoe saja seboet noelis itoe moedah dan moerahan alias gombal. Segombal djandji saja pada akhir posting laloe jang berdjandji akan lebih sering mampir dan bring back this poor blog to life.... :p
Karena njatanja, setelah setahoen, baroe kali ini saja sempat balik lagi.
Kali ini poen tidak ada djandji bahwa saja akan lebih sering kesini. Kerdjaan baroe saja di Djakarta sedjak 10 boelan terakhir soenggoeh menjita waktoe saja.
Ja ...
Saja balik lagi ke Djakarta dan kali ini poenja kantoor di Simatoepang.
frankly I missed Spore and Brunei and all my friends there, but at least now I can spent more time with my two kids and see them grow up day by day.

zondag, augustus 27, 2006

I'm Back!

Tanpa terasa satoe tahoen soedah berlaloe sedjak saat terakhir saja meng-update blog ini. Roetinitas jang membelenggoe boleh sadja saja kedepankan sebagai penjebabnja, selain akses internet jang tak lagi sebebas doeloe, ditempat kerdja saja jang lama. Tapi bisa djoega karena mood oentoek menoelis jang pergi entah kemana setahoen terakhir ini.
Djadwal offshore jang beroebah - doeloe tiap 2 minggoe - sekarang djadi saban 2 boelan memang sangat mengganggoe pola hidoep saja. Tapi apa boleh boeat, soedah toentoetan hidoep maoe dibikin apa?
Jang djelas sekarang saja ada disini lagi, moedah-moedahan bisa sering-sering.
I'm Back!
Oentoek jang selama ini pernah mampir
Ataoe jang baroe tahoe tentang blog ini
Selamat datang lagi di Sisi-Lain
Sisi berbeda jang selaloe ada ..........
.... karena hidoep terlampaoe kompleks oentoek dilihat dari satoe sisi sahadja!

zaterdag, juni 04, 2005

MIXED EMOTIONS

31 hariboelan* Djoeni 2005.......

30 hari pertama di Lewek conqueror selesai. Senang akhirnja bisa balik lagi ke Koeala Belait, meski haroes menanti satoe minggoe lagi sebeloem benar-benar balik ke Bekasi. Itoepoen koedoe spent one more night di S'pore. However, I'm on the way home! And it's just GREAT!

Rasanja tak banjak jang bisa ditjeritakan tentang tempat kerdja baroe ini. Berbeda dengan Ocean Baroness jang semi submersible rig, LC (=Lewek Conqueror) adalah accommodation barge. Djadi ini tempat tingal bagi para pekerja offshore jang bertugas di beberapa platform milik Brunei Shell Petroleoum. Oentoek gampangnja bajangkan sadja bahwa LC seperti hotel terapoeng jang dilengkapi dengan crane. POB-nja sekitar 300 orang, doea kali lebih banjak daripada POB di Ocean Baroness. Kalaoe di OB kita mentjari minjak, di LC kita bekerdja oentoek maintainance soemoer-soemoer jang soedah beroperasi.

Berbeda djoega dengan di Indonesia jang laoetnja aman sepandjang tahoen, di Brunei antara boelan oktober - April kondisi laoet betoel-betoel tak ramah. Ombak South China Sea akan terlampoe besar sehingga tak aman oentoek barge seperti LC. Alhasil kita mesti mentjari short project lain sembari menanti April tahoen depan. LC dikontrak sampai mid August untuk SKSWood campaign 2005 sebeloem nantinja ditarik ke Australia oentoek project lain lagi.

Tapi rasanja jang paling bikin life's sucks selama disini djoestroe boekan karena 'it was some hard days nights and I've been workin' like a dog' tapi karena koneksi internet jang tak ada! Shit! Tiga poeloeh hari penoeh saja absen surfing di doenia maja!
A damn new record! kurva mac!

Anyway, I'm back on the right track now. Spent some days at Sentosa Hotel Brunei, surving internet, makan, tidoer, makan lagi dan ........ nonton DVD sepoeas-poeasnja. They got one helluva DVD collections here.

maandag, mei 02, 2005

TENTANG MIMPI JANG TERWOEDJOED

Mimpi pandjang itoe poen djadi njata .........

Penantian 50 tahoen the blues Chelsea oesai soedah di malam minggoe kemarin. Doea gol Frank Lampard ke gawang Bolton mendjadi genderang penanda dimoelainja pesta mereka. Dan memang ..... mereka soenggoeh lajak berpesta!

Takkan ada satoe orang poen jang bisa membantah bahwa sepandjang moesim ini mereka menampilkan permainan terbaik. Boekan hanja di premiership - ditempat dimana mereka baroe satoe kali kalah - tapi djoega di liga Eropa. Barcelona, kandidat koeat djoeara Spanjol, Bayern Munich, Djoeara Djerman, kedoeanja mereka singkirkan dalam perdjalanan ke semifinal Piala Champions.
Dan perdjalanan mereka beloem lagi berhenti
Kini mereka membidik tempat terhormat di final oentoek nantinja melengkapi treble winners. Soeatoe prestasi jang pernah diboeat Manchester United ditahoen keemasannja bersama Beckham.

Congratz oentoek Chelsea!

Mimpi Chelsea boleh terwodjoed, tapi mimpi saja beloem lagi terwoedjoed ....

Setelah loentang lantoeng makan tidoer di hotel moerah di daerah lampoe merah Geylang Singapore selama 2 minggoe menoenggoe visa kerdja saja di Brunei diapprove, kemaren sore djadi djoega saja menapakkan kaki di Bandar Seri Begawan.
Tak sempat berlama lama di BSB, saja langsoeng dibawa menoedjoe Koeala Belait. Home of Shell Brunei. Oentoek menanti djadwal boat saja ke Lewek Conqueror, my new work place.
Semoga sadja di sini tak mesti menanti lama lagi....
Semoga.

zondag, april 24, 2005

SAVE THE COUNTRY, HANG TNI.......SAVE THE PEOPLE, HANG POLRI!

Saja kaget banget kemaren ini pas lewat di depannje kelurahan, ngebatje spandoek njang isinje:

"SAVE THE COUNTRY, HANG TNI..... SAVE THE PEOPLE, HANG POLRI"

Oesoet poenje oesoet, ternjate njang dimaksoed ialah:

"Keselametan negare, tergantoeng TNI... keselametan rakjat, tergantoeng POLRI".

Boedjoeboeneng, roepenje si Loerah njang baroe ikoetan koersoes bahase Inggris tapi oedah nekat oentoek tampil beda!

maandag, maart 21, 2005

TENTANG ONANI & SIDANG JANG TERHORMAT

Onani......
Orang doeloe menjeboetnja meratjap, istilah jang lebih tjanggihnja: mastoerbasi.
Dari bahasa Inggris Masturbation tentoenja.
Djamannja saja sekolah doeloe teman teman malah memakai istilah jang lebih aneh lagi; lima kosong satoe.
Tapi apapoen seboetannja, artinja adalah menggoenakan tangan oentoek memperoleh kepoeasan genital sesaat ataoepoen bersaat-saat kaloae onaninja dioelang-oelang.
Djadi intinja adalah masalah kepoeasan seks.

Namoen boekan karena perkara poeas atawa tidak poeas sematjam itoe sehingga Angelina Sondakh , Indria Octavia Muaja, Mirian Sofyan Arif, dan Anita Jacobah - keempatnja adalah anggota dewan perwakilan rakjat - lantas mengadoekan Permadi ke komisi etik DPR dan menoentoet permintaan maaf dari sang paranormal.

Jang bikin keempatnja meradang adalah Permadi tanpa soengkan menggoenakannja di dalam sidang paripoerna dewan jang - konon - terhormat itoe.
" Sebab, kata terseboet dianggap tidak etis dan asoesila," toelis mereka dalam siaran pers yang diedarkan di DPR/MPR hari Djoemat kemarin.

Sampai kini beloem ada tanggapan dari Permadi soal toentoetan ini. Moengkinkah setelah memakai istilahnja kini Permadi lagi asjik masjoek mentjobanja? Atawa malah sedang siboek latihan perang karena kemaren dengan penoeh nafsoe dan tanpa otak dia meminta negara kita oentoek segera menjerang Malaysia karena kisroeh Ambalat?

Djawabannja - seperti kata Ebiet - mari kita tanjakan pada roempoet jang bergojang. Kalaoe ini gojangannja pasti karena ditioep angin boekan karena onani.

woensdag, maart 09, 2005

Bekal Ke Roeang Angkasa

Image hosted by TinyPic.comMari kita berandai-andai.....
Sekiranja toean mendapat kesempatan ikoet program loear angkasa, kira-kira bekal apa jang akan toean bawa serta?

Masih bingoeng mikirin djawabannja?
Kalaoe ija, moengkin toean bisa meniroe kita orang poenja saoedara-saoedara dari Malaysia.
Dalam space project, kerdja sama antara Malaysia dengan Russia jang didjadwalkan di Oktober 2007 nanti, mereka soedah poela berentjana membawa roti tjane, sambal belatjan dan teh tarik. Oentoek pakaiannja poen tak kalah oenik: batik!

Ini boekan meloetjoekan! Ini perkara serioes!
Kalaoe toean tiada pertjaja, toean boleh batja khabar lengkapnja di sini

maandag, maart 07, 2005

PEMBANTOE*

Pembantoe!
Kira kira apa jang pertama kali terbetik dibenak anda sewaktoe kata ini diseboet?
Sedih karena ketidakberdajaan mereka?
Djengkel karena ada segelintir dari mereka jang 'belagoe'?
Seperti pengakoean seorang penjiar wanita diseboeah radio oentoek perempoean di Djakarta, 'mereka gak boleh dikasih hati deh, pasti oedjoeng-oedjoengnja djadi belagoe!!'
Seperti itoe kah????

Tetapi bagaimanapoen - boeat saja - selaloe sadja ada rasa miris setiap kali mendengar tjerita kehidoepan mereka. Getirnja hidoep mereka. Djalan gelap berlikoe tanpa oedjoeng jang haroes mereka tempoeh. Pahit soenggoeh. Apalagi kalaoe itoe dioekoer dari standar hidoep 'kita'.

Tjoba bajangkan, hanja oentoek memperoleh 200-400 riboe roepiah perboelan, mereka haroes membanting toelang bahkan sedjak kita masih lelap bermimpi. Poen sampai ketika kita soedah djatoeh poelas tertidoer, mereka masih sadja bekerdja.
Apalagi kalaoe keloearga tempat mereka berbakti poenja anak ketjil! Ketika si ketjil menangis dimalam hari, ada kalanja dalam rehat tidoer jang hanja sebentar itoe mereka jang masih haroes ikoet bangoen menjiapkan sebotol soesoe. Begitoe teroes tanpa henti. Dari Senin sampai Senin lagi. Tanpa kedjelasan kapan roda nasib mereka bergoelir.

Bandingkan dengan 'kita'.
Sehari paling banter kita bekerdja 8 djam, sebagian moengkin bekerdja 12 djam sehari.
Tapi di Sabtoe dan Minggoe kita bebas. Setiap tahoen kita berhak tjoeti. Dengan gadji tetap dibajar pastinja!. Ketika hari raja tiba, ada THR jang menanti. Ada toendjangan kesehatan, pesangon ataoe dana pensioen. Ada standar gadji minimal. Dan masih banjak kemoedahan lain. Bahkan oentoek para boeroeh sekalipoen.

Tapi entah kenapa, sampai sekarang beloem pernah ada jang namanja batas oepah minimoem pembantoe. Beloem pernah ada kabar pembantoe jang pensioen. Beloem pernah ada atoeran jang mengharoeskan pembantoe bekerdja 40 djam seminggoe atawa 8 djam sehari dengan konsekwensi bahwa setiap kelebihan djam akan dihitoeng sebagai over time!
Beloem pernah ada!

Padahal djoemlah mereka jang terpaksa melakoni profesi ini tak terbilang banjaknja. Dan andai sadja dibikin partai, akan ada banjak pembantoe jang doedoek djadi anggota dewan jang terhormat.

Pernahkah dalam waktoe sesaat sadja sempat terbersit dibenak kita memikirkan tentang nasib mereka. Menjadari bahwa sebagian dari keberhasilan kita adalah karena andil mereka.

Hari ini, menggoreskan tentang mereka disini, ditempat jang moengkin bahkan takkan dibatja orang. Ada rasa bersalah jang timboel. Bahwa saja sendiripoen tak banjak berboeat oentoek mereka. Padahal djasa mereka soenggoeh tak terhitoeng.

Oentoek Wiwin, pembantoe saja diroemah:
Maaf Wiwin, hanja ini jang bisa saja berikan.
Oetjapan terima kasih, oepah tak seberapa dan sepotong doa semoga kelak anak tjoetjoemoe tak lagi mendjalani garis hidoep seperti kamoe.
You are the wind beneath our wings**

* ditoelis setelah membatja berita ini
** dari lirik lagoe Wind Beneath My Wings

zaterdag, maart 05, 2005

FAREWELL (AGAIN???) TO WAJANG WINDOE

Dalam tempo tiga boelan, sekali lagi saja mesti mengoetjapkan selamat tinggal boeat tempat kerdja saja.

Kali ini giliran Magma Nusantara Limited (MNL) jang akan saja tinggal.

Kontrak pendek saja sebenarnja baroe akan berakhir di 30 April nanti, tapi pihak offshore Singapore soedah meminta saja oentoek segera kesana paling lambat di minggoe pertama April. Apa boleh boeat, dengan berat hati, pemandangan hamparan keboen teh hidjaoe nan loeas terpaksa ditinggal.

Takkan ada lagi tea walking dini hari berbasah-basah dalam baloetan emboen saat perdjalanan dari village ke power plant, takkkan ada lagi boeloetangkis doea kali seminggoe ataoe pertandingan futsal penoeh tjanda, takkan ada lagi kaboet poetih moeram jang menggelajoet di bibir djendela roemah kajoe nan eksotis. Ataoe malah tjerita-tjerita seram tentang penampakan seorang wanita tjantik di beberapa housing di village.
I will miss them all.

Sekadar sebagai kenang-kenangan, ini sebagian dari beautiful scenery di sana:

Klik oentoek memperbesar Klik oentoek memperbesar
Klik oentoek memperbesar Klik oentoek memperbesar
Klik oentoek memperbesar Klik oentoek memperbesar

maandag, februari 28, 2005

WORLD JUMP DAY

Moengkinkah kalo 600.000.000 pendoedoek daripada boemi daripada kita tertjintah ini pada kala jang sama, pada tempat tertentoe, melontjat berbarengan akan menjebabkan bola doenia ini bergeser keloear dari orbitnja?

Pertanjaan daripada itoe jang akan tjoba didjawab pada hari ke 20 di boelan Djoeli tahoen 2006. Kalo toean ada boetoeh waktoe jang lebih tepat lagi, di 11.39.13 GMT.



Sampai sekarang, saat toelisan ini dirangkai, soedah ada 61.601.441 orang jang mendaftar oentoek toeroet ambil bagian dalam kegiatan iseng ini.

Bagaimana?
Toean ada minat?
Silakan boeka di sini

zaterdag, februari 26, 2005

Pasien Serangan Djantoeng Dipindahkan Dari UGD demi Michael Jackson

Baroe sadja surfing internet dan nemoe berita ini:
Heart Attack Victim Moved for Michael Jackson

Manuela Gomez Ruiz, seorang nenek beroesia 74 tahoen, jang sedang dirawat di oenit gawat daroerat Marian Medical Center di Santa Maria, California akibat serangan djantoeng, meninggal doenia setelah dipindahkan dari roeangan karena tempatnja akan dipakai oleh Michael Jackson jang sedang flu.

Manuela, saat itoe sedang dibantoe pernapasannja memakai ventilator di oenit gawat daroerat, ketika Micahel Jackson datang. Oentoek memberi roeangan pada sang superstar, pihak Marian Medical Center mematikan mesin ventilator, laloe memindahkan sang nenek keroeangan lain jang lebih kecil.

"Padahal saja melihatnja (Jackson) berdjalan sendiri ke UGD tanpa perloe bantoean" oedjar Anna Ruiz, menantoe Manuela. Pihak keloearga Manuela kini telah menjewa pengatjara oentoek menoentoet pihak klinik dan Michael Jackson.

Posting Directly from Photobucket!

Oentoek penggoena photobucket jang barangkali beloem tahoe, sekarang soedah bisa posting langsoeng ke blogger. Directly from photobucket!

Ini djaman roepanja memang djamannja weblog.
Semakin lama semakin moedah sadja oentoek blogging.
Djadi boeat jang beloem lagi poenja blog atawa masih djom-blog (istilah apa lagi ini????) tjepatan deh bikin blog.
Jang aseli bikinan sendiri.

Come on, express yourself!
Dan jang penting, djangan maoe terprovokasi sama oknoem jang ngakoenja konon pakar kompoeter tapi 'negative thinking' sama perkembangan kompoeter.
Jah .......
Ente taoe lah siapa dia, gak perloe diseboetin lagi namanja disini
hehehe......


Tapi biar bagaimanapoen soepaja tetap fair, disini saja tjantoemin list dari beberapa 'bahaja blogging':







maoe taoe lebih banjak tentang blog?
silakan download powerpoint presentation-nja di sini

maandag, januari 31, 2005

DJANGAN MENANGIS LAGI, ATJEHKOE! (3)

ADEGAN 1

Sepasang mata polos kanak-kanak, binarnja tak poedar oleh derita.
Tersenjoem mendekati mobil yang kami toempangi.
"Ferry Irawan" Djawabnja ketika saja menanjakan namanja.
Sekarang dia hidoep di penampoengan, tinggal berdoea dengan kakak perempoeannja.
Setelah gelombang itu membawa ajah, iboe dan adik bajinja kepeloekan Sang Maha Tinggi.
Tak banyak peroebahan ekspresi di wadjah koeroesnja ketika menoetoerkan tragedi itu.
Datar.
Koeat.
Terlaloe koeat oentoek seorang anak sembilan tahoen.

Laloe saja djadi teringat betapa rapoehnja saja ketika Agoestoes laloe Bapak saja jang berpoelang. Dan serta merta merasa maloe.


ADEGAN 2

Doedoek di waroeng itoe, menikmati semangkoek Mie Atjeh jang panas mengepoel.
Melepas lelah sesaat sembari membolak balik halaman Serambi Atjeh jang berisi deretan foto-foto orang hilang.

Kemoedian foto sepasang anak ketjil itoe merampas perhatian saja.
Oemoer mereka baroe tiga tahoen.
Sebaja dengan Farrell, anak pertama saja.
Pasti sedang 'nakal-nakal'nja.
Tentoe lagi loetjoe-loetjoenja
Nikmat terindah jang pernah dititipkan Toehan
Kita dekap erat tak maoe lepas
Namoen dalam hitoengan menit lenjap dari pandangan.
Hilang tak tentoe rimbanja.

Semakin dalam saja merenoeng terasa semakin berat beban itoe.
Beban jang mesti ditanggoeng mereka jang kehilangan anaknja.

Setiap malam, ketika gelap itoe mendjelang, dimana kamoe tidoer, Nak?
Ketika hoedjan menggoejoer tanah jang sekarat, dimana kamoe bertedoeh, Nak?
Ketika dinginnja memboeatmoe menggigil, siapa jang akan memeloekmoe?
Djoega ketika kamoe menangis ketakoetan dan kelaparan
Siapa jang akan menenangkan dan memberimoe makan?


Mendadak Mie Atjeh jang lezat itoe tak lagi terasa nikmat......

woensdag, januari 19, 2005

BENARKAH TJINTA TAK SELALOE HAROES MEMILIKI?

Doedoek di depan kompoeter, menghabiskan hari dengan surfing internet.
Bosan sendirian.
Rasanja seperti kembali ke memori Ocean Baroness.

Hanya sadja kali ini pemandangannja bukan lagi biroe laoet
Jang terhampar sedjaoeh mata memandang.
Boekan poela riak gelombang jang memboeat rig berajoen perlahan

Sebagai gantinja kini adalah hamparan keboen teh loeas menghidjaoe
Djalan mendaki jang berkelok-kelok
Pipa panjang warna keperakan membentang melintasi perkeboenan
Dan kaboet jang terkadang toeroen memboeat segalanja mendjadi begitoe poetih
Begitoe moeram dan begitoe dingin.

Mestinja ini bisa djadi liboeran jang menjenangkan
Tidoer poelas dibalik selimoet tebal dengan heater jang diset medium
Nongkrong sambil ngobrol ngalor ngidoel dengan teman-teman baroe.
Menikmati secangkir kopi soesoe dan indomie hangat.
Mestinja ini bisa djadi soerga

Tapi sepoelang dari Atjeh kemaren
Jang djadi seperti pesta reoeni
Tempat berkoempoel lagi dengan sobat-sobat lama
Jang kali ini datang dengan bendera beragam
Tapi tetap orang-orang jang sama
Orang-orang 'gila' jang lebih bahagia tidoer dimana sadja bisa merebahkan toeboehnja.
Poelas beralas sleeping bag dan berselimoetkan mosquito repellent
Orang-orang jang merasa berarti kaloae bisa berboeat oentoek orang lain.

Memboeka mata dan hati saja kalaoe saja masih tjinta doenia itoe.
Itoe habitat saja
Doenia bebas tanpa basa-basi
Tanpa batas absurd atasan-bawahan
Saja tjinta semoea itoe.
Dan rasanja saja ingin memiliki doenia itoe
Selamanja ada disitoe
Tapi apa moengkin?

Benarkah tjinta tak selaloe haroes memiliki?

dinsdag, januari 18, 2005

DJANGAN MENANGIS LAGI, ATJEHKOE! (2)

Rentjana boeka pos kesehatan selama lima hari di Poelaoe Nasi, akhirnja dibatalkan. Dengan hanja 500 djiwa tersisa. Mereka tidak kekoerangan air bersih, persediaan makanan tjoekoep (di kantor koramil tempat kita boeka pos kesehatan masih ada sekitar 20-an karoeng beras), dan sebagian jang sakit berat soedah di evakoeasi ke Banda Atjeh atas inisiatif Danramil. Kami poen hanja memboeka pos kesehatan selama satoe hari, kemoedian menitipkan obat-obatan pada 2 orang pendoedoek poelaoe jang kebetoelan mahasiswi akademi perawat.

Teman-teman agak ketjewa sebenarnja. Karena kita membawa persediaan jang tjoekoep oentoek 5 hari. Bahkan tadinja direntjanakan oentoek memboeka pos kesehatan berlandjoet. Tapi problem klasik di daerah bentjana roepanja djoega terdjadi di Atjeh. Bahkan lebih parah. Tidak ada informasi jang akoerat tentang kondisi Atjeh setelah Tsoenami!.
Permintaan Satkorlak Pengendalian Bentjana dan Pengoengsi oentoek mengirim kita ke Poelaoe Nasi ini misalnja. Sama sekali tidak didasari data jang akoerat. Ketika diperintahkan berangkat, saja sebenarnja soedah ngotot oentoek minta gambaran kasar kondisi disana. Tapi Satkorlak tidak poenja data. Baroe setelah tanja kiri kanan ke orang lain, kita bisa poenja informasi tentang P. Nasi, itoepoen kondisi pra-bentjana.

Akhirnja terdjadilah jang ditakoetkan. Kita nembak lalat pakai meriam!. Tim jang berangkat ke P. Nasi membawa 1 dokter Bedah, 1 dokter Anak, 1 dokter Penjakit Dalam, 2 dokter oemoem, 2 mahasiswa FK (UI dan Unsjiah) serta 1 perawat, tjoema oentoek mengobati 60 orang jang sakit ringan, sebagian malah hanja datang minta vitamin!

Lebih aneh lagi, ketika kita memoetoeskan poelang, dengan pertimbangan tim ini terlaloe moebasir oentoek bertahan di P. Nasi sementara masih banjak daerah lain kekoerangan tenaga, begitoe sampai di Banda Atjeh, orang jang mengirim kita, dengan bersoengoet-soengoet mengeloeh: "Wadoeh! saja bisa dimaki Panglima ini!"
Lha???????
Anda kesini oentoek menjenangkan Panglima ataoe nolong korban Tsoenami???
Satoe lagi problem klasik manadjemen bentjana toeh, ada sebagian orang jang hanja memperhitoengkan poeblisitas dan ABS! Perkara bantoeannja sampai sasaran ataoe nggak soal belakang, jang penting dia bisa berkoar ke petinggi kalo soedah ngirim satoe tim komplit ke Poelaoe Nasi!!!
Bullshit!



Ketjewa dengan Disaster Management Support jang berantakan di Banda Atjeh, saja kemoedian memoetoeskan oentoek tinggal di Banda Atjeh dan membantoe teman-teman mempersiapkan tim-tim jang akan berangkat soepaja tragedi P. Nasi tidak teroelang.

Kesimpoelan kita sampai hari ke 16 pastja Tsoenami, beloem ada data akoerat tentang pos-pos pengoengsi, Incident Commander tidak berdjalan, koordinasi katjaoe. Semestinja Satkorlak sebagai Incident Commander tahoe persis dimana lokasi jang memboetoehkan bantoean, soedah ada berapa tim jang kesana, masalah apa sadja jang beloem teratasi, tapi kenjataannja?

Pengalaman loetjoe lagi terdjadi saat saja menemani relawan dari Korean Medical Association (KMA), karena gak dapat informasi jang djelas dari Satkorlak, kita berkeliling Banda oentoek mentjari pos jang beloem ataoe tidak tertangani. Sampai di RS Malahajati, kelihatannja RS itoe beloem beroperasi, hanja ada satoe spandoek LSM kesehatan - seboet sadja LSM Blablabla - jang terpasang disana, karena tim Korea ini soedah siap bekerdja akhirnja kita minta idjin adja sama LSM terseboet oentoek bekerdja sama mengoperasikan RS Malahajati.
Sama komandannja didjawab: "Boleh sadja bergaboeng dengan kita, tapi dengan beberapa sjarat; pertama RS ini akan beroperasi dengan nama RS. Malahajati-Blablabla, kedoea: oentoek kali ini tim Korea boleh bergaboeng, selandjoetnja tjoekoep kasih bantoean peralatan medis dan peralatan RS sadja, seperti medja operasi, mesin anestesi, tempat tidoer dan lain-lain, ketiga: tim Korea haroes memoetoeskan kerdja samanja dengan IDI dan bekerdja dibawah bendera kita!"
Gila!
Ini orang datang ke Atjeh oentoek tjari nama roepanja!
Kalaoe memang pengen ganti nama RS dengan nama LSMnja, tanggoeng mas, kenapa gak ke Meoelaboh adja, kangkangi toeh seloeroeh Meoelaboh dan ganti nama kotanja djadi kota Meoelaboh-Blablabla!
Sengadja tidak saja pasang nama LSMnja disini, karena saja pertjaja gak semoea anggotanja brengsek seperti si komandannja itoe. Anggap sadja ini penghargaan oentoek mereka.

Tapi jang djelas karena penolakan itoe, tim Korea batal masoek ke Malahajati dan sampai hari Selasa, 12 Djanoeari, 2 hari kemoedian, saat saja meninggalkan Banda Atjeh, Malahajati beloem djoega beroperasi!.

maandag, januari 17, 2005

DJANGAN MENANGIS LAGI, ATJEHKOE!

Apa lagi jang bisa ditoeliskan tentang negeri indah jang kini poranda di terdjang bentjana ini?
Terlaloe banjak doeka di sini
Terlalo banjak air mata
Terlaloe banjak majat-majat korban jang bergelimpangan
Terkapar memboesoek di poeing-poeing roentoehan bangoenan.
Terlaloe banjak anak-anak jatim-piatoe
Terlaloe banjak!
Sementara terlampaoe sedikit jang bisa kita bikin oentoek mereka!


Djanoeari hari ke doea...
Pesawat Merpati jang disewa BUMN Peduli menerbangkan saja di atas langit Atjeh jang goelita.
Tak banjak kerlip lampoe dibawah sana.
Soenggoeh kontras dengan Djakarta jang 6 djam laloe kita tinggalkan
Negeri ini sekarat diterdjang Tsunami.
Dan ketika pesawat mendjedjakkan rodanja di Bandara.
Tak ada aktifitas khas bandara. Jang biasanja memandjakan kita.
Bandara ini masih oetoeh sadja soedah oentoeng.

Saja dan ketiga teman poen bergegas memanggoel ransel.
Mengoeroesi obat-obatan dan peralatan medis jang kita bawa. Tapi mesti tidoer di apron bandara. Karena menoeroet teman jang lebih doeloe masoek, djaloer Blangbintang-Banda Atjeh tak aman di malam hari.
Padahal waktoe kita sampai sadja soedah djam 12 tengah malam.
Malam pertama di Atjeh poen dihabiskan dengan memandangi langit. Dalam pelukan hangat sleeping bag. Sambil berpikir apa jang bisa kita perboeat besok.

Esoknja, dalam perdjalanan ke Banda Atjeh, baroe kita lihat betapa loeloehlantaknja kota ini. Koeboeran massal jang masih menebarkan bau bangkai di Lambaro. Toeboeh-toeboeh telandjang tak bernjawa di djalan-djalan dan soengai. Pante Pirak - bangoenan pertama jang roentoeh digoentjang gempa. Masdjid Raja jang dipenoehi sampah loempoer dan majat. Roemah toko tiga lantai jang lantai satoenja amblas ke tanah. Deboe beterbangan bertjampoer dengan air mata haroe jang mengalir tak tertahan.



Hasil moesjawarah dengan teman-teman di RS. Kesdam, saja dan rombongan diminta ke Poelaoe Nasi, tak djaoeh dari Sabang. Perdjalanan dengan perahoe memakan waktoe satoe setengah djam dari Peunajong. Melewati Pasar Atjeh jang terlihat seperti ground zero bekas ledakan. Ada doea kapal kajoe jang hanjoet dibawa gelombang hingga ke daerah pasar. Bangoenan-bangoenan roentoeh, sebagian rata dengan tanah. Majat-majat lagi-lagi bertebaran. Sebagian soedah dalam body bag. Tapi masih menebarkan aroma khasnja.
Tentang majat-majat ini, bekas boss dan goeroe saja, Prof. Arjono Djoened Poesponegoro, ketika bersoea di Kesdam poenja komentar tersendiri:
"Goea oedah kemana-mana, di hampir semoea bentjana di belahan doenia, tapi hanja disini goea liat begitoe banjak majat!"
Sampai di sungai Atjeh, jang kita soesoeri, masih banjak toeboeh-toeboeh memboesoek itoe didjoempai.



Keloear ke laoet, tak ada majat lagi. Tapi kapal kajoe kecil itoe moelai menari dipermainkan ombak. Awalnja perlahan, makin ketengah makin besar. Ombak-ombak setinggi 1-1,5 meter bergantian menerpa.

Doeloe, hampir setiap 2 minggoe saja pasti melintas selat Makassar. Dari Rig ke Balikpapan ataoe sebaliknja. Tapi kini soeasananja lain. Ombaknja lebih besar, tak ada life jacket dan satoe-satoenja benda jang bisa dipakai oentoek mengapoeng hanjalah seboeah ban mobil jang terikat koeat di atap perahoe. Satoe ban itoe sadja, oentoek sekita 30-an penoempang perahoe.

Tapi awalnja saja tenang-tenang sadja. Djoega ketika perahoe makin koeat bergojang. Moengkin memang biasa begini. Itoe sadja jang terpikir. Tapi sewaktoe beberapa penoempang warga poelaoe mulai menangis. Sebagian moelai sjahadat. Baroe sadar kalaoe ini boekan kondisi biasa. Sjoekoerlah akhirnja kita selamat sampai di Poelaoe Nasi.

Poelaoe Nasi ketjil, kelilingnja sekitar 25 kilometer. Doeloe bekas daerah persemboenjian GAM tapi sekarang soedah 'bersih'. Tjerita Danramil setempat. Ada 5 Desa disana. Penduduknja sekitar 1500 djiwa. Setelah Tsoenami, 2 desa habis. Sebagian pendoedoek soedah mengoengsi ke Banda Atjeh. Kini jang tersisa hanja sekitar 500 warga.
(bersamboeng)

foto-foto diambil dari www.plan-uk.org

maandag, december 13, 2004

THANK YOU!

My tea's gone cold, I'm wondering why I got out of bed at all
The morning rain clouds up my window and I can't see at all
And even if I could it'd all be grey, but your picture on my wall
It reminds me that it's not so bad
It's not so bad
I drank too much last night, got bills to pay
My head just feels in pain
I missed the bus and there'll be hell today
I'm late for work again
And even if I'm there, they'll all imply that I might not last the day
And then you call me and it's not so bad
It's not so bad and

I want to thank you for giving me the best day of my life
Oh just to be with you is having the best day of my life


(taken from Dido's song Thank You - No Angel album)



Terima Kasih, Baroness
Terima Kasih, Unocal
Terima Kasih, Pertamedika


Terima Kasih Mick Watters, Jay Wade, Goesti, Boedar, Irlan, Oom Moses, Pak Wempy Yesnat
Terima Kasih galley dan seloeroeh stafnja
Terima Kasih Pak Bojran, Trevor Forbes
Terima Kasih Accang, Jauri, Itjal, Adi, Nicko, Benny
Terima Kasih Remote Area Services Roemah Sakit Pertamina Balikpapan
Terima Kasih Balikpapan
Terima Kasih Manggar, Batakan, BC
Terima Kasih Klinik Boenda


Terima Kasih Tonna, Anda, Boe Hadji
Terima Kasih Dr. Krigovsky, Dr. Wis, Dr. Sjamsoel
Terima Kasih Smith, Pak Anton, Nono

Terima Kasih Toehan

Oentoek semoea episode manis getirnja kehidoepan rig dan romantika hidoep kuli minjak
Jang telah dibagi bersama.
Terima Kasih

Oentoek semoea salah dan dosa jang tertjipta
Moengkin tanpa disadari dan pasti tidak disengadja
Hanja Maaf yang bisa saja mohonkan

Selamat Tinggal, Baroness!
Be Safe, as usual!

donderdag, december 09, 2004

HOW OLD IS TOO OLD?

How old is too old?
Pertanjaan itoe kerap mengisi benak saja dalam beberapa hari ini.
Bermoela dari bintjang santai dengan seorang sahabat jang lama hilang tak tentoe rimbanja. Doeloe saja satoe kampoes dengannja. Selepas koeliah poen masih sempat sama-sama loentang-lantoeng di Djakarta. Sebeloem dia memoetoeskan oentoek mengabdi di daerah terpentjil, saat saja masih asjik diboeai gemerlap Djakarta.

Lama setelah itoe saja kehilangan kontak dengannja. Sampai soeatoe ketika mendadak dia menelepon. Ketika mendengar soearanja dari seberang samboengan telepon, pertanjaan jang remeh-remeh khas doea sahabat jang lama berpisah poen terlontar. Termasoek pertanjaan standar dokter oemoem: Kapan sekolah (spesialis) lagi?

"Saja memoetoeskan nggak landjoet spesialis" oedjarnja. Kalaoe begitoe pasti S-2, tanja saja lagi. Djawaban berikoetnja jang tjoekoep mengagetkan saja.
"Saja merasa terlaloe toea oentoek sekolah"

Terlaloe toea oentoek sekolah?
Kok rasanja saja djadi djengah mendengar kalimat itoe?
Kalaoepoen sekarang saja djoega soedah memilih oentoek tidak djadi spesialis, alasannja sama sekali boekan itoe. Sederhana sadja. Saja beloem poenja tjoekoep taboengan oentoek sekolah spesialis, jang semakin hari semakin tak terdjangkaoe. Itoe sadja. Kalaoepoen - djika bisa berandai-andai - mendadak saja kedjatoehan doeit dari langit, bisa dipastikan Djanoeari nanti saja soedah akan siboek mengoeroes berkas oentoek sekolah. Moengkin boekan sekolah spesialis, bisa djadi S-2 tapi jang djelas saja sampai saat ini beloem pernah merasa terlaloe toea oentoek sekolah.

Pertjakapan itoe memboeat ingatan saja menerawang ke seboeah artikel jang pernah saja batja di seboeah madjalah asing. Tentang seorang penderita Diabetes Mellitus jang memilih beladjar mendjadi dokter oentoek mengobati Diabetes.
Biasa sadja? Banjak kisah seperti itoe?
Boeat saja jang memboeat tjerita itoe mendjadi loear biasa adalah karena Richard Bernstein - sang pasien Diabetes itoe - memilih koeliah kedokteran di Albert Einstein College of Medicine saat ia beroemoer 45 tahoen! Dan dia tak berhenti sampai disitoe. Sekarang dia adalah salah seorang spesialis Endokrinologi dan Diabetes terkemoeka di Amerika. Boekoenja, Diabetes Solution mendjadi best seller di sana.
Kisah Bernstein adalah kisah tentang semangat pantang menjerah.
Semangat oentoek teroes madjoe dan tak gampang merasa poeas dengan apa jang telah diraihnja. Sebeloem sekolah lagi, Bernstein adalah seorang insinjoer. Dan pekerdjaannja itoe tjoekoep mendjaminnja dari segi finansial. Istrinja dokter, djadi bisa merawat penjakitnja. Tapi semoea itoe tidak memboeainja. Ketika keinginannja oentoek kembali sekolah timboel, tanpa ragoe dia melangkah.

Djadi sobat....................
Beladjar dari Bernstein, how old is too old?

maandag, november 15, 2004

KETIKA OEDJIAN RAMADHAN TIBA

Beberapa boelan silam, ketika chatting dengan seorang sahabat saja jang telah 5 tahoen menetap bahkan beralih kewarganegaraan di negeri Belanda, kalimat ini sempat teroetjap.
"Saja senang karena disini situasi sangat kondoesif, gak ada diskriminasi, Belanda adalah negeri jang sangat toleran menghargai perbedaan"
Oetjapan itoe dilontarkannja menjoesoel pertanjaan seberapa besar peloeang bagi saja dan keloearga saja kalo mentjoba peroentoengan ke sana.
Dengan nada jang penoeh semangat kolega saja menghoedjani negeri baroenja itoe dengan poedjian.

Namoen sekitar doea hari laloe, ketika kami kembali bertoekar kabar melaloei lajar mesin tjerdas kompoeter, nada optimis itoe hilang ditelan kegalaoeannja.
Menjoesoel tewasnja Theo van Gogh, tjoetjoe dari maestro Belanda Vincent van Gogh, soeasana sontak beroebah.
Rentetan pembakaran Mesdjid dan sekolah Islam laksana awan gelap jang memajoengi sitoeasi kondoesif dan penoeh toleransi seperti jang pernah digembar-gemborkan sahabat itoe.

Sajang memang. Bahwa karena seorang Moeslim berdarah Maroko-Belanda memboenoeh Theo van Gogh, serta merta semoea oemat Moeslim di Belanda lantas ditjap bersalah dan haroes menerima akibatnja.

Sebagai manoesia beradab saja mengoetoek tindakan pembakaran itoe, seperti djoega saja mengoetoek pemboenoehan Theo van Gogh. Terlepas dari fakta bahwa Theo - dalam berbagai toelisan dan karjanja entah kenapa selaloe mendjadikan Islam sebagai sasaran - namoen kekerasan apalagi pemboenoehan tidak lantas mendjadi djawabannja.
Kekerasan atas alasan apapoen mestinja tidak mendapat tempat di moeka boemi ini!

Hari ini hati saja menangis. Darah saja mendidih membatja berita pembakaran itoe. Tapi ini tidak haroes memboeat saja menganggap semoea Orang Belanda biadab.
Kedewasaan. Semangat berdamai. Dan kesediaan oentoek memboeka mata hati bahwa djoestroe perbedaanlah jang memboeat doenia ini lebih indah. Itoe semoea jang kita perloekan menanggapi kasoes ini.

Semoga saoedara-saoedara kita di Belanda bisa berlapang hati. Semoga Ramadhan 30 hari penoeh bisa mengadjari kita oentoek mampoe mengendalikan hawa nafsoe. Termasoek dendam dan amarah pastinja.
Dan semoga pihak-pihak jang membakar diboeka mata hatinja. Oentoek melihat Islam setjara lebih proporsional.

Amin.

zondag, november 14, 2004

SEBOEAH EPISODE EID UL-FITR

Dini hari sebeloem berangkat ke tempat kerdja, sepotong dialog di seboeah roemah sederhana di Balikpapan,

Bapak: "Ayo nak koempoel doeloe, bapak mo ngasih ini"
(sembari membagikan doeit ke anak-anaknja)
Anak: "Kenapa sih mesti begini Pak? Bapak gak oesah bagi doeit djoega kita senang. Bapak mo pergi lagi ya?"
Bapak: (terdiam sesaat tanpa mampoe berkata-kata)
Anak: "Kapan kita bisa koempoel di hari raja Pak? Boekan oeang jang kita maoe, tapi bapak ada disini bersama kami"
Bapak: (masih diam dengan mata jang berkatja-katja)

(Hening memakoe)

Bapak:"Ja soedah, ambil sadja doeloe ini, bapak soedah mo ketinggalan pesawat" (dengan soeara serak menahan tangis)"Hati-hati ja di roemah"

Masih dengan mata jang basah bapak itoe menoetoerkan kisahnja tadi saat saja doedoek bersebelahan dengannja dalam pesawat tjarteran jang membawa kami mengangkasa melintasi Balikpapan-Tarakan.
"Ini Idoel Fitri kesekian kalinja saja tak diroemah, kalaoe doeloe kakaknja masih ada buat menemani dia, tapi sekarang kakaknja soedah koeliah di Djawa"

Satoe keloehan klasik koeli minjak di rig lepas pantai.
Tapi tiap kali mendengarnja tetap sadja ada jang berat menghimpit di dada
Kali ini poen saja hanja bisa menelan loedah.
Mentjoba membasahi kerongkongan jang mendadak terasa seret.
Ikoet tertjenoeng dengan mata jang perlahan moelai ikoet basah.

-------------------------------------------------------------

Boeat jang ada di darat dan bisa berkoempoel dengan sanak keloearga
Djoega boeat jang mesti berada noen di sana djaoeh dari roemah karena soeatoe sebab,
Dihari jang fitri ini
saja hanja bisa mengoetjapkan:

Selamat Hari Raja Idoel Fitri
Taqabalallahoe minna wa minkoem


Semoga kita semoea masih diberi kesempatan bertemoe Ramadhan berikutnja

woensdag, november 10, 2004

TEMASEK, HERE I COME!

Setelah terombang ambing ketidakpastian seminggoe terakhir, titik terang keliatan moelai terboeka. Doea hari belakangan memang saja lagi gentjar-gentjarnja negosiasi dengan seboeah peroesahaan offshore dari Singapore. Dan kemaren, alhamdoelillah, tawaran oentoek bergaboeng itoe tiba djoea.
Memang masih ada beberapa hal jang perloe klarifikasi, tapi setjara oemoem saja poeas dengan tawaran mereka jang djelas diatas rata-rata standar salary negeri kita. Meski oentoek oekoeran 'sono' djelas masih djaoeh dibawah. Anyway, this is my second overseas job offer. Dan kalo jang kemaren, peloeang kerdja di Emergency Room seboeah Roemah Sakit di Saudi Arabia itoe saja tolak, kali ini bolehlah oentoek ditjoba. Toh pertengahan Desember saja resmi djadi penganggoer :p


Kalo tiada aral melintang, moelai akhir Desember saja akan bergaboeng dengan mereka. Lingkoengan kerdja baroe, orang baroe, toegas baroe, tantangan baroe ....... aaahhh adrenalin saja rasanja moelai mengalir.
Temasek, here I come!

maandag, november 08, 2004

RESIGN

Moelai pertengahan Desember 2004 nanti, saja resmi mengoendoerkan diri dari tempat mentjari nafkah selama ini. Tanpa terasa satoe setengah tahoen telah berlaloe.
Satoe setengah tahoen jang menjenangkan. Beloem lama memang. Masih sangat singkat malah! Dan rasanja masih asjik sadja bekerdja bareng koeli-koeli minjak jang sangat bersahabat itoe. Tapi perbedaan prinsip antara saja dan pihak jang mengoepah saja kelihatannja tidak bisa dihapoes lagi. Walhasil, poetoesan mesti diambil. Dan saja memilih oentoek moendoer dari sini.

Ada beberapa hak-hak saja sebagai koeli jang - menoeroet saja - beloem djoega dipenoehi. Hak-hak jang -lagi-lagi menoeroet saja - haroes diberikan. Namoen meeting terakhir dengan atasan saja tidak memperlihatkan tanda-tanda jang menggembirakan. Padahal soedah tjoekoep lama saja setia menoenggoe. Poen ketika tawaran oentoek pindah ke on-shore di Djawa Barat jang nota bene lebih dekat ke roemah saja datang menggoda. Saja masih bertahan disini. Tak bergeming!

But a man has to do what a man has to do!
Meski berat, moengkin ini malah loose-loose solution, saja tetap merasa haroes mempertahankan prinsip. Moengkin dengan moendoernja saja, para madjikan saja bisa dapat koeli jang lebih bagoes lagi dan tidak 'mbalelo' seperti saja. Namoen tentoenja harapan saja, semoga mereka bisa mengoebah paradigmanja dan moelai melihat pekerdja sebagai asset boeat oesaha mereka. Semoga dengan peroebahan pola pandang itoe, perlakoean mereka bisa lebih 'manoesiawi' oentoek semoea teman koeli saja jang senasib.
Semoga!

dinsdag, oktober 26, 2004

PENGANIAJAAN LAGI DI STPDN
Soelitnja Mengoebah Tradisi Preman

Kasoes penganiajaan pradja joenior STPDN teroelang lagi. Kali ini korbannja Ikhsan Soeheri, tjalon pradja dari Nanggroe Atjeh Daroessalam. Boentoet dari peristiwa ini, menoeroet Detik.com hari ini, 5 orang pradja senior STPDN diperiksa Mapolres Soemedang. Ikoet dipanggil dalam pemeriksaan adalah dokter jang bertoegas dilembaga itoe oentoek memberikan keterangan.

Aneh rasanja!
Masih segar di ingatan kita kasoes penganiajaan (batja: pembinaan/pen) jang djelas mendjatoehkan nama baik lembaga ini beberapa waktoe silam, kali ini - seolah gak ada kapoknja - pemoekoelan kembali terdjadi.
Apa nama STPDN memang haroes diganti djadi Sekolah Toekang Poekoel Dibiajai Negara?
Ataoe ini memang tjermin pendidikan boeat para pradja jang nantinja akan mendjadi among bagi rakjatnja?
Bahwa mereka haroes keras, kalaoe perloe maen gampar, poekoel, ataoe tendang kalo ada rakjatnja jang berbeda paham?
Sebenarnja bahkan ide pembentoekan STPDN jang lahir di ORDE BAROE poen rasanja soedah tidak sedjalan lagi dengan kondisi pastja reformasi.
Kalaoe hanja oentoek mendidik tjalon pamong, membekali mereka dengan ilmoe dan disiplin jang akan mereka perloekan nanti, apa haroes dengan tjara semi militer?
Jang hanja akan memberikan kesan eksloesif?

Seorang perwira AL, jang kebetoelan sekamar sama saja pada saat rekaman video 'pembinaan' di STPDN jang heboh itoe ditajangkan, hanja bisa geleng-geleng kepala.
"Djamannja saja pendidikan militer poen gak sampai kajak gitoe" kenangnja.
Padahal mereka adalah tentara, jang memang dididik oentoek berhadapan dengan moesoeh, pilihannja memboenoeh ataoe diboenoeh. Toh tidak sampai seheboh itoe.

Problemnja adalah ketika metode pendidikan militer ditiroe oleh jang non-militer, jang ditangkap hanja koelit-koelitnja boekan intisari adjarannja, sehingga kemoedian jang ada hanjalah tradisi maen poekoel, gampar dan tendang.
Dan itoe diperoemit oleh sikap pengadjar STPDN sendiri jang tjendoeroeng melindoengi kesalahan anak didiknja.
Seperti tragedi jang menimpa Ikhsan misalnja, disaat awal kedjadian ini mulai terkoeak, Ketoea STPDN, I Njoman Soemarjadi membantah keras kebenaran peristiwa itoe.
"Ikhsan hanja mengalami ketjelakaan tertimpa barbel sama sekali tidak ada pemoekoelan oleh seniornja"
Sikap seperti ini jang hanja akan memboeat tradisi barbar itoe kian lekat diSTPDN.
Sikap jang akhirnja menjisakan tanja: djangan-djangan staf pengadjarnja poen memang setoedjoe dengan pola preman di kampoesnja?
Kalaoe begini, tinggal toenggoe sadja Ikhsan-Ikhsan berikoetnja
Ataoe malah kabar tentang rakjat jang dianiaja oleh 'tjenteng' beridjazah Sekolah Toekang Poekoel Dibiajai Negara.

zondag, oktober 24, 2004

10 HAL JANG MEMBATALKAN POEASA

1. MENJENTOEH-NJENTOEH DENGAN SENGADJA BAGIAN PAJOEDARA SEBELAH KIRI DARI MANTAN PATJAR KITA. Sedangkan djika menjentoeh bagian pajoedara sebelah kanan, maka adalah dapat membatalkan poeasa djoega. sedangkan djika menjentoeh kedoea bagian terseboet setjara bersamaan, maka dosanja mendjadi dooeble.

2. TIDOER SIANG DIATAS BADAN ORANG LAIN JANG BOEKAN MOEHRIMNJA. sedangkan djika tidoer siang dibawah badan orang lain jang boekan moehrimnja, maka poeasa kita tidak batal, tetapi orang lain jang boekan moehrimnja terseboet poeasanja mendjadi batal. tetapi, djika kita toeroet merasa enjoy, maka poeasa kita batal djoega.

3. MELOMPAT-LOMPAT DI SAAT MENJAKSIKAN FILM PORNO. sedangkan djika kita tidak melompat-lompat disaat menjaksikan film porno, maka poeasa kita tetap batal. hanja sadja, orang jang melompat-lompat berarti lebih batal.. karena berarti gembira disaat nonton film porno.

4. MELOEDAH. meloedah adalah batal djika air loedah terseboet mengenai alat kelamin lawan djenis kita. djika air loedah terseboet tidak mengenai alat kelamin lawan djenis, dan dioelang teroes hingga alat kelamin lawan djenis terseboet akhirnja terkena air loedah dan kemoedian mendjadi basah, maka poeasa kita tetap batal.

5. BERLARI SEKOEAT TENAGA. berlari sekoeat tenaga menoedjoe roemah pelatjoeran adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan berlari sekoeat tenaga tetapi tidak menoedjoe ke tempat pelatjoeran, tetapi akhirnja kemoedian tersasar menoedjoe ke tempat pelatjoeran dan laloe berhoeboengan intim dengan salah seorang pelatjoer, maka poeasa orang terseboet mendjadi batal. sedangkan orang jang berlari sekoeat tenaga laloe terpeleset dan terdjatoeh diatas pelatjoer jang tidak mengenakan selembar kain apapoen, dan laloe orang terseboet djoega soedah telandjang, maka poeasanja djoega mendjadi batal.

6. BERTERIAK-TERIAK WAKTOE SIANG HARI. Berteriak-teriak waktoe siang hari disaat berhoeboengan intim dengan lawan djenis adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan orang jang mendengar teriakan orang jang berhoeboengan intim waktoe siang hari, laloe orang terseboet mengintip aktifitas terseboet dan merasa enjoy, maka poeasa orang terseboet djoega mendjadi batal.

7. MELEMPAR OEANG LOGAM. melempar oeang logam sehingga mengenai pajoedara seorang gadis dan laloe kita mengoesap-oesap pajoedara terseboet selama 2 djam karena kasihan terhadap gadis terseboet adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan djika oeang logam terseboet mengenai pajoedara seorang gadis dan laloe gadis terseboet meminta kita oentoek mengoelanginja (sehingga kita mendjadi letih dan haoes), dan laloe kita minoem the botol bersama gadis terseboet dan laloe gadis terseboet mengadjak kita oentoek berhoeboengan intim dan kita menjetoedjoeinja, maka poeasa kita mendjadi batal.

8. MEMPERBAIKI KOMPOETER JANG ROESAK. memperbaiki kompoeter jang roesak di roemah seorang gadis seksi dan kemoedian gadis seksi terseboet menggoda kita oentoek berhoeboengan intim dan kemoedian kita tergoda dan akhirnja kita tidak djadi memperbaiki kompoeter tetapi malah berhoeboengan intim, maka poeasa kita mendjadi batal. sedangkan djika kita hendak memperbaiki kompoeter jang roesak di roemah seorang gadis seksi, tetapi ternjata gadis seksi terseboet tidak memiliki kompoeter tetapi akhirnja kita memperkosa gadis seksi terseboet, maka poeasa kita djoega mendjadi batal.

9. MEMBATJA BOEKOE PELADJARAN. membatja boekoe peladjaran tetapi di dalam boekoe peladjaran terseboet terdapat boekoe stensil "enny arrow" adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan djika di dalam boekoe peladjaran terseboet tidak terdapat boekoe stensil "enny arrow", tetapi kita laloe memindjam boekoe stensil "enny arrow" kepada seorang pelatjoer dan laloe pelatjoer terseboet mengadjak kita berhoeboengan intim dan kita menjetoedjoeinja, maka poeasa kita djoega mendjadi batal.

10. DOEDOEK. doedoek sambil makan nasi padang adalah dapat membatalkan poeasa. sedangkan doedoek sambil menggoda iboe pendjoeal nasi padang, laloe berselingkoeh dengan iboe terseboet, djoega membatalkan poeasa.

Itoelah 10 hal jang dapat membatalkan poeasa, sebenarnja masih ada satoe hal lagi jang djoega membatalkan poeasa jaitoe membatja dengan serioes toelisan ini laloe memasoekkannja ke hati sambil menikmati segelas orange juice di siang jang panas maka poeasa kita akan batal. Hehehehehehe
Selamat menoenaikan ibadah poeasa!

maandag, oktober 18, 2004

TENTANG SISI-LAIN

Sedjak pertama kali di loentjoerkan, tak terhitoeng banjaknja masoekan soal gaja penoelisan Sisi Lain jang memilih oentoek tampil beda dengan edjaan tempo doeloe. Meski ada djoega jang mendoekoeng, sebagian besar adalah komentar protes karena mengakoe soelit dan sakit kepala memaksakan membatja isi toelisannja :p

Tapi apa boleh boewat, gaja tempo doeloe ini soedah terlandjoer djadi merek dagang atawa trade mark-nja Sisi-Lain. Menggantinja dengan edjaan jang disempoernakan hanja akan memboeat blog ini kehilangan roehnja, apalagi saja sadar betoel bahwa dari segi isi dan perwadjahan, blog ini sebenarnja tidak poenja nilai djoeal.

Sebagai seorang jang menapaki djalan hidoep jang biasa-biasa sadja, mentjeritakan tentang keseharian hidoep saja dalam blog hanja akan bikin pembatja mengoeap lebar-lebar laloe tertidoer karena bosan.
Memilih bertjerita tentang profesi? ah soal itoe soedah ada tempatnja di sisi jang lain lagi.
Mengisinja dengan aneka resep masakan? hehehe
Sajang sekali satoe-satoenja djenis masakan jang bisa saja banggakan hanjalah indomie rasa kari ajam :p

Alhasil inilah dia, Sisi-Lain. Jang mentjoba menampilkan hasil 'CT Scan' benak saja. Perasaan saja. Keloeh kesah. Kepedoelian. Tjinta. Soempah serapah. Semoeanja ditjoba djoedjoer apa adanja.
Kalaoe terbatjanja absurd, apa boleh dikata karena seperti itoelah saja.
Bikin sakit kepala?
Sekedar mengingatkan, diwaroeng sebelah ada djoeal aspirin.
Toean boleh minoem 3 kali sehari. Sebaiknja selepas makan, agar prodoeksi asam lamboeng tidak terlaloe mengganggoe peroet toean. :p

donderdag, oktober 14, 2004

ANTARA MALPRAKTEK, PROFESIONALISME & TOENTOETAN KEHIDOEPAN DOKTER

Harian Kompas dalam roebrik kesehatan edisi 14 Oktober hari ini menoelis tentang lajanan kesehatan dinegeri ini. Menanti lajanan dengan hati. Begitoe tadjoek jang diberikan oentoek artikel jang sangat menarik itoe. Ini keloehan kesekian jang pernah saja batja tentang boeroeknja moetoe lajanan kesehatan di repoeblik kita tertjinta. Beberapa hari laloe, harian berbahasa Inggris The Jakarta Post memoeat daftar kasoes jang disangka malpraktek. Hampir semoea terdjadi di Djakarta.
Ini meninggalkan tanja besar dibenak saja. Begitoe boeroekkah wadjah profesional medis kita?

Sedjak awal saja menapakkan kaki di kampoes Fakoeltas Kedokteran Universitas Hasanoeddin, 14 tahoen silam, satoe doktrin jang saja terima tentang profesi ini adalah bahwa profesi dokter adalah profesi jang moelia. Keagoengan profesi begitoe sering didengoengkan. Hoeboengan dokter dengan pasien boekan semata hoeboengan djoeal beli. Boekan semata hoeboengan pemberi djasa dengan pemakai djasa. Lebih dari itoe, katanja. Paradigma itoelah jang sampai kini masih dipegang tegoeh oleh sebagian besar sedjawat-sedjawat dokter saja. Meski bertentangan dengan anggapan para pakar marketing jang mejakini bahwa pada dasarnja kita semoea adalah pendjoeal.

Berangkat dari doktrin keagoengan profesi tadi, dalam koerikoeloem fakoeltas kedokteran, ditahoen kedoea, anda akan beladjar bagaimana sistem jang bekerdja pada tubuh manoesia normal. Mengindjak tahoen ketiga, anda moelai diadjari peroebahan-peroebahan jang akan terdjadi kalaoe anda sakit. Dan kemoedian ditahoen keempat ditambah doea tahoen magang diroemah sakit sebagai dokter moeda, anda akan moelai beladjar bagaimana mengobati pasien.
Lantas bagaimana dengan peladjaran etika? O djangan koeatir, ditahoen ke empat ada 2 kredit mata koeliah etika kedokteran, mengenai hoekoem djoega disinggoeng sedikit disitoe. Peladjaran etika selandjoetnya adalah apa jang anda peladjari sambil melihat langsoeng tjontohnja saat magang di roemah sakit.

Koerikoeloem ini dijakini tjoekoep oentoek membentoek dokter Indonesia. Dokter jang kini - seiring kemadjoean djaman - moelai sering mendapat kritikan soal moetoe dan polah tingkahnja.

H Misbach Joesa Biran, ajah almarhoemah Soekma Ajoe, dalam seboeah tajangan infotainment, mengakoe sedih karena tak pernah menerima senjoem dari para dokter selama hampir enam boelan anaknja dirawat di roemah sakit.
Meski saja tak terlaloe jakin seratoes persen dengan kebenaran pernjataan itoe, tapi meroedjoek kembali ke koerikoelom pendidikan dokter, bagian mana dari koerikoeloem jang mengatoer dokter haroes senjoem pada keloearga pasien?
Ataoe bagian mana jang mengadjarkan bagaimana dokter seharoesnja bersikap pada pasien? diloear sikap profesional tentoenja.
Sedih, tapi kenjataannja saja mesti djoedjoer mendjawab: TIDAK ADA!

Paradigma jang dengan angkoehnja menjeboet hoeboengan dokter-pasien boekan hoeboengan djoeal beli telah mentjegah masoeknja konsep-konsep marketing kedalam koerikoeloem pendidikan dokter kita. Kita tidak lagi sadar bahwa sekedar senjoem dan beramah-ramah dengan pasien dan keloearganja meroepakan soeatoe value-added services - memindjam istilah Hermawan Kartadjaja - jang akan memboeat sipasien lebih njaman dalam memanfaatkan djasa kita.

Padahal hoeboengan jang tidak njaman memboeat pasien soengkan bertanja kalaoe ingin memperoleh informasi medis mengenai kondisinja sehingga kerdja-sama dokter-pasien dalam menentoekan arah pengobatan - jang mendjadi konsep kedokteran modern - sama sekali tidak berdjalan.
Seorang iboe jang pernah bertemoe dengan saja dalam satoe perdjalanan menoetoerkan bagaimana dokternja marah ketika ia menjeboetkan bahwa dirinja sakit tjatjar. "Iboe djangan sok taoe!" bentak dokter itoe "kalaoe soedah taoe kenapa datang kesini!"
Bisa djadi itoe trik si dokter jang takoet kalaoe pasiennja banjak bertanja.
Padahal memilih mendjadi dokter - oedjar dosen saja doeloe - berarti haroes siap oentoek beladjar seoemoer hidoep. Siap oentoek selaloe mendjelaskan pada pasien dan keloearganja bagaimana kondisinja, mendiskoesikan bagaimana strategi pengobatannja, membantoe pasien mengambil kepoetoesan karena hak itoe ada ditangan pasien. tentoenja dengan dokter memberikan informasi jang sedjelas-djelasnja tentang keoentoengan dan risiko setiap tindakan jang dipilih.
Karena begitoelah prosedoer seharoesnja.
Soeatoe prosedoer jang sajangnja langka dinegeri ini.

Menteri Kesehatan Ahmad Soejoedi mengoengkapkan total pengeloearan oentoek biaja berobat ke loear negeri orang Indonesia setiap tahoen mentjapai 600 djoeta dollar AS.
Salah satoe alasan kenapa mereka memilih berobat keloear pastinja adalah lajanan kesehatan jang lebih baik.
Hermawan Kartadjaja, pernah menoelis tentang seorang koleganja jang didiagnosis Diabetes di Indonesia. Oleh dokternja diseboetkan bahwa penjakit ini tidak akan semboeh, seoemoer hidoep dia akan tergantoeng pada obat dan dietnja haroes diatoer.
Ketika memeriksakan dirinja ke Singapore, dokter Singapore djoega menjatakan dia terkena Diabetes. Tapi bedanja si dokter sambil tertawa bilang "OK, you got Diabetes, so what? Kena diabetes boekan berarti hidoep berhenti sampai disini. Jang perloe dilakoekannja hanja mendjaga berat badannja, memeriksakan dirinja teratoer, mengatoer dietnja, dan tidak berhenti sampai di sitoe sadja, si dokter mengatoer agar sang pasien berkonsoeltasi dengan ahli gizi jang soedah menjiapkan daftar menoe sehari-hari, lengkap dengan djoemlah kalori setiap djenis masakan bahkan oentoek makanan khas Indonesia.
Bajangkan begitoe hebatnja kesadaran oentoek memberikan value-added services disana.

Namoen meloeloe menjalahkan dokter kita sebagai biang keladi boeroeknja lajanan kesehatan tentoenja tidak menjelesaikan masalah. Soervei Kesehatan Roemah Tangga tahoen 2002 memperlihatkan bahwa ratio dokter : pasien kita adalah jang terendah dari 8 negara Asia Tenggara. 16 dokter oentoek 100.000 pendoedoek. Djangan heran kalaoe dokter haroes kerdja rodi. Beloem lagi dengan penghasilan dokter jang begitoe rendah.
Pengalaman saja sendiri di tahoen-tahoen awal mendjadi dokter, saja pernah bekerdja di klinik 24 djam dengan membawa poelang 15 riboe roepiah sebagai hasil bekerdja selama 24 djam.
Oentoek dokter spesialis poen tidak selamanja bagoes. Padahal biaja oentoek sekolah spesialis amat sangat mengoeras isi kotjek. oentoek masoek kebagian kebidanan dan kendoengan, tjontohnja, haroes rela merogoh 150 djoeta. Itoepoen baroe oeang pangkal.
Djangan heran kalaoe terkadang seorang dokter spesialis terpaksa bekerja dari satoe roemah sakit ke roemah sakit lain oentoek kedjar 'setoran'. Kalaoe soedah begitoe djangan harap dia bisa mentjoerahkan perhatian sepenoehnja terhadap keloehan pasiennja.

Semoeanja memang berpoetar seperti lingkaran setan. Perloe kerdja sama banjak pihak oentoek membenahinja.

donderdag, september 30, 2004

MENGEDJAR POERNAMA DI 3 KOTA

Blue Moon,jang konon menoeroet si Ms. Nice Gal ini adalah penampakan boelan poernama dalam bentoek jang paling indah dan hanja terdjadi sekali dalam setahoen, bikin perdjalanan poelang dari rig akhirnja saja habiskan dengan menengadah sampe leher terasa kakoe.

Tanggal 28 malam saja moelai projek melototin poernama, diatas speed boat jang membawa saja meladjoe membelah selat Makassar menodjoe Balikpapan. Sajang sesapoet tipis awan sedikit mengoesik keindahannja.

Langit diatas bandara Sepinggan, Balikpapan poen tak djoea memberi kesempatan boeat saja menikmati si Blue Moon itoe, awan masih setia bergajoet. Kali ini saja hanja bisa berharap semoga dalam penerbangan malam ke Soerabaia bisa melihat boelan dibalik djendela. Harapan jang ternjata sia-sia karena sepandjang penerbangan, bapak disebelah saja mengadjak ngobrol terus. Dan semangatnja bertjerita bikin saja gak tega oentoek bilang kalo saja lagi pengen liat poernama dan minta tukeran tempat doedoek sama dia.

Terkoeroeng 1 djam di bandara Djoeanda tidak djoega bikin impian saja terkaboel. Dan saat penerbangan Soerabaia-Makassar, saja terlaloe lelah dan tertidoer ketika pesawat mengangkasa. Hasrat melihat Blue Moon gagal total.

Baru di Djeneponto, kota ketjil tempat kelahiran almarhoem bapak saja - sekitar 3 jam perdjalanan djaraknja dari Makassar - baroe saja bisa menatap langit malam sepoeasnja. Langit bersih tak berawan malam itoe. Ada boelatan koening besar bertjahaja jang indah menghiasinja. Poernama Blue Moon jang kesohor itoe! moengkin boekan Blue Moon, karena saat itoe soedah tanggal 29 malam. Tapi setidaknja keindahannja masih terasa. Kemilaoe bintang jang biasanja memoekaoe poen tak sanggoep menandinginja.

Saja berbaring menghabiskan malam itoe di beranda. Tak pedoeli dengan dengoeng njamoek jang berpesta pora menikmati tetes demi tetes darah saja. Tak djoega pedoeli dengan informasi jang saja batja belakangan kalo Blue Moon itoe adanja ditanggal 31 Juli 2004.

Malam itoe saja ingin berbaring di beranda. Merenoeng. Sendiri. Terpentjil. Dipeloek sepi. Dibawah sinar boelan poernama. Jang tetap indah dilihat, tak pedoeli itoe blue moon ataoe tidak.

tjatatan kaki:
28 september 2004 ternjata menoeroet penanggalan Tjina adalah hari ke 15 di boelan ke-8, saat oentoek mid-autumn festival ataoe djoega diseboet sebagai Moon Festival (yue bing jie). Soeatoe masa dimana boelan poernama berada dalam bentoek yang paling boelat dan paling terang karena itoe dipertjaja sebagai perlambang kesatuan dan kebersamaan keluarga.

zondag, september 19, 2004

KAPANKAH TERAKHIR KALI ANDA MENERIMA SOERAT PRIBADI?

"KAPANKAH terakhir kali Anda menerima soerat pribadi? Prof Dr Sarlito Wirawan Sarwono, psikolog terkenal dari Oeniversitas Indonesia, mengakoe beberapa waktoe laloe menerima soerat bertoeliskan tangan dari seorang kerabatnja di Tjilatjap, Djawa Tengah. "Sangat personal, saja djarang sekali lho dapat soerat seperti itoe sekarang," katanja. Kini, kesantoenan dan kedalaman soerat memang telah digantikan dengan keserentakan (dan kegegabahan) serta kedangkalan SMS (short message service). Padahal, sebenarnja tak ada jang bisa menjaingi dahsjatnja soerat sebagai kenangan" (soember Kompas, Minggoe 19 September 2004)

Sebagian orang memang soedah lama tak lagi berkirim ataoe menerima soerat jang bertoeliskan tangan model doeloe.
Globalisasi dengan kemadjoean teknologinja telah memboeat orang djadi maoe semoeanja serba tjepat. Kenapa haroes repot menoelis soerat, setelah itoe pergi ke kantor pos, antri oentoek bisa mengirim soerat jang moengkin baroe akan sampai tiga hari setelahnja, padahal dengan email semoeanja bisa selesai dalam hitoengan menit.

Kalaoe doeloe sebeloem hadirnja era SMS, orang lebih soeka menggoenakan telepon oentoek bertoekar berita, namoen toh itoe masih terlaloe mahal boeat sebagian besar kalangan. Apalagi kalaoe jang haroes di telepon ada diloear kota terlebih di belahan boemi lainnja. Akhirnja soerat masih bisa mengisi tjelah itoe oentoek tetap eksis.

Tapi seiring kemadjoean djaman, perlahan namoen pasti soeratpoen terpinggirkan. Kalaoe orang seperti Prof. Sarlito jang tenar dan pasti banjak relasi sadja soedah moelai djarang menerima soerat, apa lagi kita-kita jang barangkali relasinja tak sebanjak beliaoe.

Artikel Kompas itoe memboeat saja djadi tertjenoeng sedjenak mengingat-ngingat kapan terakhir kali saja menerima soerat toelisan tangan?
Soerat tjinta? Hahahah .... memang biasanja soerat sedjenis ini jang masih ditoelis tangan, tapi bahkan dengan istri saja poen - saat djamannja kita patjaran - sama sekali tak pernah berkirim soerat.

Mendadak saja djadi senjoem-senjoem sendiri setelah ingat beberapa hari laloe - tadinja saja loepa - bahwa ternjata saja baroe sadja menerima soerat toelisan tangan. Aseli toelisan tangan diatas setjarik karton bekas karoeng semen.
Pengirimnja? Seorang preman didekat rumah saja jang minta oeang 'koordinasi renovasi' karena saja merenovasi roemah tanpa memakai toekang jang disediakannja.
Hahahaha ..........
Ternjata benar artikel Kompas itoe, soerat djaman sekarang soedah sama sekali tak ada nilai romantisnja.

vrijdag, september 17, 2004

It's turn to 33 now!



"Still a lot of things to do, fahrie"

vrijdag, september 10, 2004

KENAPA SIH HAROES BEGINI???

kenapa sih haroes begini?this is restricted area!
gedoeng yang hantjoer itoedan korban poen berdjatoehan

vrijdag, augustus 20, 2004

DIA NEGRO Y NOCHE TRISTE

....................
satoe satoe daoen bergoegoeran
djatoeh ke boemi dimakan oesia
tak tertengar tangis tak terdengar tawa
redalah, reda......

waktoe teroes bergoelir
semoeanja mesti terdjadi
daoen daoen bergoegoeran
toenas toenas moeda bersemi

satoe satoe daoen djatoeh ke boemi
satoe satoe toenas moeda bersemi
tak goena menangis
tak goena tertawa
redalah, reda....



Oentoek semoea jang peduli
Dan toeroet berbagi duka
Terima Kasih ........
Tapi please, djangan bilang toeroet berdoeka lagi
Tjoekoep berikan senjoem
Saja taoe anda pedoeli
tapi mohon kasih kesempatan mata ini kering

Untuk Profesor Haris Boendoe, MA
The best daddy in the world
I'm gonna be like you, Dad
You know, I'm gonna be like YOU

woensdag, augustus 18, 2004

DIRGAHAJOE INDONESIAKOE!

Sepotong doa oentoek toempah darahkoe:

Where the mind is without fear and the head is held high;
Where knowledge is free;
Where the world has not been broken up
into fragments by narrow domestic walls;
Where words come out from the depth of truth;
Where tireless striving stretches its arms towards perfection;
Where the clear stream of reason
has not lost its way into the dreary desert sand of dead habit;
Where the mind is led forward by thee into ever-widening thought and action
Into that heaven of freedom, my Lord, let my country awake

(taken from Rabindranath Tagore's Gitanjali)


Ini Agoestoesan ke doea boeat saja di OCEAN BARONES. Tanpa terasa OB mengindjak tahoen kedoeanja di laoet Indonesia. Menjenangkan kerdja dan merajakan agoestoesan disini. Meski konon ini sekaligoes djadi tahoen terakhir karena kalo gak ada peroebahan rentjana, Desember ini kontrak OB berakhir oentoek kemoedian masoek Dock di Keppel Fels Singapore lagi sebeloem ditarik ke Aoestralia. Tapi, loepakanlah itoe oentoek sesaat. It's Party Time!

Troes mengenai atjaranja: Atjaranja sebenarnja sama adja seperti tahoen laloe. Ada Oepatjara bendera, pastinja. Jang diikoeti seloeroeh crew, Expat maoepoen priboemi. Setelah itoe dilandjoetkan dengan pembagian door prize dan hadiah-hadiah oentoek pemenang koeis safety. Dan atjara paling dinanti - seenggak-enggaknja sama saja :P - atjara makan BESAAAAR. Ada Lobster, tenderloin steak, sate kambing, kakap merah gede-gede, gak ketinggalan nasi toempeng lengkap, banjak deh pokoknja. Hasilnya ...... djam 12 siang saja kekenjangan dan tewas dengan soekses :p

maandag, augustus 16, 2004

Terima Kasih, Toehan

siang di depan kantor IDI, Menteng.......
soeatoe episode dalam hari-hari siboek Djakarta


Perempoean toea koemal loesoeh memanggoel boengkoesan saroeng dipoendak rentanja, berdjalan dari satoe mobil ke mobil lain, berharap bisa mengais sedikit redjeki dari kemoerahan hati sesamanja.
Ada beberapa keping logam seratoesan didalam gelas plastik bekas Aqua ditangannja, pastilah tak tjoekoep bahkan oentoek sekedar membeli sepiring nasi berlaoek tempe di waroeng tegal.
Lantas, bagaimana ia haroes teroes meniti hidoep disisa oesianja?
Episode singkat itoe mengoesik noerani saja.
Sampai malam memeloek, wadjah pasrah terbakar terik soerja itoe masih terbajang.

Beberapa hari belakangan memang ada rasa tak poeas dengan hidoep jang saja djalani.
Betapa tidak? Sampai mengindjak tahoen ke tiga poeloeh tiga hidoep saja rasanja masih banjak mimpi jang beloem lagi tertjapai.
Pastinja sebagian mimpi itoe berkisar sepoetar materi.
Laloe karenanja sempat saja down dan merasa gagal
Bahkan sampai menafikan betapa banjak nikmatNja jang saja terima.

Hari itoe
Seorang pengemis toea disimpang Sam Ratoelangi
Mengadjari saja bahwa dalam hidoep, begitu banjak karoenia jang kita nikmati tanpa menjadarinja.
Bahwa djalan hidoep jang terasa soelit ini masih lebih baik daripada djalan hidoep banjak orang lain
Jang menerimanja dengan lapang dada dan rasa sjoekoer.
Sepotong kalimat dari boekoe lama jang pernah saja batja terngiang ditelinga
"saja selaloe merasa betapa malangnja hidoep saja karena tidak bersepatoe,
sampai kemoedian saja bertemoe orang jang tidak berkaki"


Malam semakin malam.
Hati ketjil saja bersoedjoed mengoetjap sjoekoer.
Ketika setetes air bening mengalir dipipi
Semoeanja terasa lebih indah.
Terima Kasih, Toehan!

donderdag, augustus 12, 2004

SELAMAT DJALAN PAK MANDAGIE ..........

Berita Kompas hari ini:
Denpasar, Kompas - Suasana doeka menjelimoeti atlet dan djadjaran Pengoeroes Besar Federasi Aero Sport Indonesia menjoesoel kesoeksesan mereka memetjahkan rekor terdjoen pajoeng formasi kerdja sama di oedara jang melibatkan 100 penerdjoen dari 17 negara, Raboe (11/8) di sekitar Bandar Oedara Ngoerah Rai, Toeban-Badoeng, Bali.

Salah seorang penerdjoen andal Indonesia, Theodoroes Petroes Mandagie, meninggal akibat ketjelakaan saat terdjoen sore, dalam rangka merajakan keberhasilan mereka memetjahkan rekor terseboet.

Almarhoem Theodoroes Petroes Mandagie jang kerap disapa Theo Mandagie meroepakan satoe dari delapan penerdjoen pajoeng Indonesia jang toeroet dalam oepaja pemetjahan rekor terdjoen pajoeng formasi itoe. Saat toeroet melangsoengkan sunset jumping (terdjoen pajoeng sore hari) dari ketinggian 14.000 kaki (sekitar 4.500 meter) poekoel 18.07, Theo Mandagie gagal memboeka pajoeng oetama dan pajoeng tjadangannja. Toeboehnja ditemoekan di rawa-rawa di sisi selatan pagar bandar oedara oleh pendoedoek setempat.


Satoe lagi dari keloearga Mandagie poelang menghadap pentjiptanja melaloei djalan jang sama.
Djalan jang dipilih sendiri oleh mereka dengan kesadaran dan dignity.
Seperti djoega keinginan seorang djenderal toea jang memilih mati di medan perang daripada dirandjang kamarnja.
Seperti hasrat pendekar pedang jang memilih mati didjalan pedang.
Inilah djalan mereka. Djalan jang mereka pilih karena tjinta.
Relakan kepergian mereka
Tanpa perloe isak tangis. Apalagi penjesalan.

Selamat djalan Pak Mandagie
Seperti kalimat klise jang selaloe saja toelis;
kematian hanjalah tidoer pandjang
Tetap tersenjoem dalam tidoermu

Will This Be My Coffin?

Tiap kali berdiri disamping pesawat pikiran itoe pasti montjoel dibenak saja.
Will this be my coffin?
Sebagai orang jang mengidap acrophobia atawa takoet berada di ketinggian, sebenarnja wadjar-wadjar adja kalo hal seperti itoe kepikir. Meski kadarnja gak sampe kajak Dennis Bergkramp jang sama sekali gak maoe naek pesawat.

Saja masih bisa naek pesawat meski dengan perasaan was-was teroetama saat pesawat mo take off ataoe landing. Selebihnja saja bisa tenang-tenang adja di oedara, termasoek masih bisa ngelirik-lirik kalo ada pramoegari jang tjakep :p

Biasanja jang bisa membantoe menenangkan saja adalah dengan batja hasil-hasil penelitian jang noendjoekin kalo pesawat adalah kendaraan teraman didoenia.

Seorang penerbang senior jang diwawantjarai di SCTV poen bertoetoer seroepa. Pesawat adalah kendaraan teraman didoenia, katanja. Ironisnja rekaman video itoe diambil beberapa saat sebeloem pesawat ringan jang dikemoedikannja djatoeh di Djawa Barat menewaskan seloeroeh penoempang pesawat itoe termasooek sang pilot.

Doeloe sebeloem kerdja di andjoengan pengeboran minjak di selat Makassar ini, dalam setahoen paling banjak 3-4 kali saja naek pesawat. Namoen sadjak setahoen laloe paling sedikit 2 kali seboelan saja terbang melintasi Djakarta-Balikpapan. Belom lagi kalo saja mesti ke Makassar ataoe ke Paloe menengok bokap. Tapi kajaknja rasa was-was itoe tetap adja ada.
Apa orang lain djoega merasakan hal jang sama?
Apa pikiran itoe sempat djoega terbersit di kepala mereka?
Will this be my coffin?
Ahh... sebentar lagi saja mesti mendjawab pertanjaan itoe.
(Ditoelis di Soekarno-Hatta International Airport, August 11, 2004 06.25 a.m.)

woensdag, juli 28, 2004

TOEROENAN KE BERAPA?

Lagi siap-siap mo safety meeting, taoe-taoe Pak Loecas, SOC (safety operation control) disini nanjain itu ke saja.
"Dok, taoe gak dokter toeroenan ke berapa di garis keloearganja?"
?????
waks!

"Saja gak taoe toeh Pak, gak pernah poenja tjatetan kajak family tree gitoe sih kita"
"kenapa Pak?"
saja balik nanja.
"oooooo, kalo saja djoega gak poenja, tapi sepertinja saja toeroenan ke-8"
?????

"Lho? Kok taoe Pak??"

"soalnja nenek mojang saja doeloe konon kaja-raja" katanja "konon hartanja gak habis toedjoeh toeroenan"

gdoebrak!!!

"Pantesan terpaksa kerdja ke rig ja pak, ketoeroenan ke delapan sih djadi gak kebagian. hehehehe bisa adja"
Habis dia pergi saja djadi mikir: Oooo kalo gitoe saja pasti toeroenan ke sembilan, soalnja bapak saja djoega mesti kerdja, gak bisa ngarepin warisan :p

vrijdag, juli 16, 2004

MARITHA

Liboer singkat satoe minggoe ternjata boekan hanja diisi dengan menimang-nimang Farrell dan Bryan, 2 tjahaja mata saja. Meski tadinja soedah poenja tekad oentoek gak maoe njentoeh kibor kompie selama liboeran, tapi ternjata saja hanja tahan 4 kali 24 djam sadja tanpa perangkat pintar ini.
Ada rasa rindoe jang menjeroeak, walaoepoen oentoek sekedar menengok sisi-lain dan my virtual clinic. Menengok sadja. Tanpa posting sama sekali.

Seboeah kedjoetan menjenangkan menanti di virtual clinic!
Seorang sahabat lama, menjapa dari djaoeh.
Lama soedah saja kehilangan kabarnja, selepas sekian tahoen menghabiskan waktoe bersama.

Semendjak SMA saja kenal dia. Tiga tahoen bersama di SMADA Makassar, berlandjoet lagi ke kampoes pergoeroean tinggi tjap ajam djantan, Oeniversitas Hasanoeddin. 6 tahoen kita merasakan soeka doekanja beladjar djadi toekang obat disana. 6 tahoen sadja karena selepas itoe dia menghilang. Saat saja dan teman lain masih siboek mengedjar mimpi sederhana oentoek djadi dokter, dia memoetoeskan saatnja telah tiba baginja oentoek pergi memoelai pengembaraannja. Djaoeh kenegeri orang. Bersama itoe poepoes soedah kabar beritanja.

Djoeli hari ke enam doea riboe empat, seboeah pesan mampir ke tagboard saja. Pengirimnja Dr. Med. M. Ridwan Thahir, M.D.
Voila! What a pleasant surprise!
Soedah djaoeh dia melangkah.
Koendjoengan balik ke websitenja menampilkan sederet foto-foto pengembaraannja. Curriculum Vitae-nja membiaskan djedjak pandjang langkah-langkahnja.
Ahh.... soedah djadi orang poela kaoe, sobat
Congratz, Buddy!

woensdag, juli 14, 2004

BOELAN DI BALIK DJENDELA

July 2, 2004
Somewhere between Balikpapan-Jakarta
Up in the sky.......


"Selamat malam, disini kapten pilot anda berbitjara, saat ini kita sedang terbang diketinggian 28.000 kaki diatas permoekaan laoet, tjoeatja saat ini ... Bagus! Djarak pandang koerang lebih 10 kilometer dan kalaoe anda melihat keloear djendela, tampak boelan poernama, indah sekali"

Mendengar informasi kapten pilot Bouraq tadi - orang Bali, tapi saja loepa namanja - para penoempang penerbangan terakhir Bouraq Balikpapan-Jakarta termasoek saja kompak tjelingoekan mentjoba mentjari boelan jang dimaksoed. Dan memang benar. Saat itoe lagi boelan poernama. Full Moon. Oentoeng sadja saja boekan warewolf!.

Melihat boelan poernama semoea pasti soedah sering. Tapi melihat boelan tanpa perloe mendongak ke atas, ini pengalaman pertama boeat saja. Moengkin karena baroe pertama kali melihat boelan seolah sedjadjar dari balik djendela, kesannja djadi eksotis sekali.
Sajangnja malam itoe saja loepa bawa kamera.

Boelan dibalik djendela menandai awal liboeran saja jang hanja 1 minggoe. Karena minggoe berikoetnja saja haroes balik lagi ke Balikpapan dengan segala tetek bengek meeting dan pelatihan. Back to routinity. Tapi paling nggak ini awal jang sama sekali gak djelek.

Poelang keroemah disaat boelan poernama. Ada doea tjahaja mata saja jang menanti diroemah. Djoega ada .... ehm ... mamanja. Menanti. Dalam malam boelan poernama.
Jang konon pengaroehnja bikin 'hidoep' lebih hidoep.

Ahhh, not a bad start.....

woensdag, juni 30, 2004

Je ne suis pas ici!

Saja lagi liboeran dan nggak akan ada disini moelai 1 Juli 2004 sampe 14 Juli 2004.
Makasih soedah datang kesini ja

I am on vacation and will be out for 2 weeks starting from July 1, 2004 - July 14, 2004.
Thanks for coming!

Estoy el vacaciones y estare hacia fuera por 2 semanas que empiezan del de julio 1 de 2004 - de julio el 14 de 2004.
Gracias por venir!

(soesah amat ngomongnja ja? :p
terserah mo ngomong pake bahasa apa pokoke
saja mah L-I-B-O-E-R euiy)

dinsdag, juni 29, 2004

AIDS 2004 - XV
International AIDS Conference

Hari ini dapat imel dari teman tentang aktifis HIV/AIDS jang roepanja mo ngadain konfrensi di Bangkok, Djoeli 2004 nanti.
Konferensi internasional bertadjoek AIDS 2004 - XV ini nantinja akan diramaikan atjara long march oentoek menoentoet akoentabilitas dan aksi njata terhadap penanggoelangan AIDS. Jang lagi di Bangkok dan sekitarnja, kalo pengen terlibat silahkan tjatet jang dibawah ini deh:

CALL TO ACTION:

AIDS 2004 - XV International AIDS Conference:
Thai AIDS Treatment Activists Invite Allies to Join a March and Protest to Demand Accountability and Action on AIDS


SAVE THE DATE:

July 11, 2004 in Bangkok, Thailand
(The Opening day of the XV International AIDS Conference)
The theme of the XV International AIDS Conference theme is "Access for All"
We, Thai people living with HIV/AIDS and NGO allies, send a call to action to the international community to join a movement at the upcoming International AIDS Conference (Bangkok, July 2004) demanding accountability from heads of states, agencies, and individuals obstructing or failing to effectively address the gaps and inequities in HIV/AIDS treatment access, and demand real access for all.

BECAUSE PEOPLE ARE DYING NEEDLESSLY

- 3 million people died of AIDS in 2003 but it's STILL BUSINESS AS USUAL worldwide
- 6 million people of the 40 million people living with HIV/AIDS worldwide need ARV treatment NOW - but only 400,000 have access

BECAUSE WE DO NOT ACCEPT BROKEN PROMISES

More than 5.5 million PLWHA(People Living With HIV/AIDS) are without access to treatment because:
- National governments refuse to prioritize the fight against AIDS, and refuse to transform their rhetoric into concrete economic and political action;

- Rich donor countries that have broken their promises to spend $10 billion annually fighting global AIDS by 2005;

- International agencies have not made good on the promise to fill the deadly gap in access to treatment. By 2005, by the most optimistic estimates, only 240,000 additional people, or 4% of the total need, will access HIV/AIDS treatment through financing from

the Global Fund to Fight HIV/AIDS, TB and Malaria (GFATM)-- the "principle funding vehicle" for the WHO's '3 x 5' treatment access initiative;


BECAUSE WE KNOW HIV/AIDS CAN BE TREATED AND AFFORDABLE MEDICINES EXIST.


- Thai people living with HIV/AIDS and NGO allies, successfully lobbied and worked with our government to produce generic anti-retroviral drugs cheaply and developed comprehensive, community-based care programs so that universal access could be effectively delivered.

- Today, through a government program aiming to treat 50,000 people by 2005, we have already seen AIDS-related mortality drop by over 50%;


BECAUSE REAL ACCESS TO LIVE-SAVING TREATMENT AND PREVENTION IS NEEDED FOR ALL!


- PLWHA around the world are struggling to prevent national treatment programs from duplicating the social and economic inequities that put marginalized people, including rural people, women, children, men who have sex with men, and drug users last in line for life saving treatment;

- PLWHA around the world are threatened by ideologues attempting to thwart access to basic HIV prevention tools, particularly for the most vulnerable groups including women, men who have sex with men, migrant workers, prisoners, and injecting drug users;

- PLWHA face human rights violations in the form of repressive drug wars and policies, although 1 in 3 new infections outside Africa are the result of sharing of injecting equipment, and needle exchange has been proven to save lives without increasing rates of drug use;

BECAUSE EFFORTS TO FIGHT AIDS ARE UNDER ATTACK

- PLWHA around the world face bilateral donor programs that force treatment and prevention programs to abandon science and best practice, blocking life saving HIV prevention efforts, and blocking purchase of quality, low cost generic medicines;

- PLWHA around the world face barriers to access to affordable generic medicines as a result of regional and bilateral trade agreements with the U.S., undermining national sovereignty and capacity to address public health priorities such as HIV/AIDS;

BECAUSE WE KNOW WE CAN WIN AND THERE IS STILL MUCH MORE WORK TO BE DONE

- Even in Thailand, sometimes called the "next Brazil" in terms of treatment victories, where generic HIV/AIDS drugs are as cheap as USD $0.96 per day, deadly foreign policies threaten to undermine access to quality generic medicine, through efforts such as the U.S. government's proposed Free Trade Agreement (FTA) with Thailand.

- Access for all in Thailand is still not equitable; undocumented migrants, ethnic minorities denied citizenship, injecting drug users, prisoners and others still face non-medical exclusion criteria and social and economic barriers including health-care setting-based discrimination, which prevent them from accessing ARV.

- Activists in Thailand are demanding drug users worldwide get access to comprehensive prevention and treatment, not the threat of government sanctioned killing and unlawful detention;

BECAUSE SOLIDARITY AND ACTION ARE NEEDED TO WIN TREATMENT ACCESS FOR ALL, WIN THE REALIZATION OF OUR RIGHT TO HEALTH, AND TO STOP THE WAR ON HIV PREVENTION

By: Thai Network of People Living with HIV/AIDS (TNP+) and the community of Thai AIDS Activists

maandag, juni 28, 2004

NEVER UNDER ESTIMATE YOUR ENEMY!

zaterdag, juni 26, 2004

Who wants to Live Forever?

Bangoen pagi, karena pola tidoer jang kadoeng diroesak sama EURO 2004, akhirnja saja malah surfing internet dan nemoe sitenja Troy. Ada quote menarik disitoe.

"The Gods Envy Us. They Envy Us Because We're Mortal"

Batja quote ini bikin saja djadi ingat impian kanak-kanak saja doeloe. Ja. Saja pengen djadi orang jang gak bisa mati. Seperti para hero lainnja.

Berandjak dewasa masih kepikiran sama impian itoe. Sampai soeatoe masa saja nonton Highlander. Versi tivi dari kisah hidoep Duncan McLeod ini dimainin sama Adrian Paul.
Wow! Impian itoe makin mendjadi-djadi. Bajangin kalo saja bisa hidoep 400 tahoen. Gak toea-toea. Bitjara pengalaman; 400 tahoen menapak boemi, kajaknja semoea hal bisa saja tjoba. Bitjara doeit; njimpan tjeban di bank adja bisa diitoeng berapa boenganja 400 tahoen ke depan. Bitjara pengetahoean; 400 tahoen beladjar apa sih jang saja gak taoe?
Hidoep sebagai immortal emang gak ada 'mati'nja :p

Tapi lantas saja nonton Highlander versi lajar lebar dan denger soundtracknja yang ditoelis sama Brian May.

Who wants to live forever,
When love must die


Mendadak ada kesadaran baroe. Ada sisi lain jang sama sekali gak kebajang sebeloemnja. Bajangin 400 tahoen melihat orang-orang terdekat kita pergi satoe per satoe. Djadi toea dan mati. Sementara kita tetap moeda dan tak pernah mati. Living the lonely life.
Baroe saja sadar bahwa bahkan mati itoe poen ternjata adalah rahmat!
So ..... who wants to live forever?

vrijdag, juni 25, 2004

Les Yeux Pour Pleurer!


Doeloe seboeah penerbitan di Prantjis menoelis headlines seperti itoe, menjoesoel gagalnja Les Blues ke World Cup 1994.
Les Yeux Pour Pleurer! Kedua mata ini memang diciptakan untuk menangis.
Siapa sangka hari ini, sepoeloeh tahoen berselang,giliran saja jang mesti mengoetjap kalimat itoe.

Inggris Takloek!
Sebagai penggemar fanatik Inggris sedjak 1988 sajapoen ikoet hantjoer.
Seperti orang jang bermimpi indah laloe tiba-tiba terbangoen dan melihat doenia tak seindah impiannja. Seperti itu perasaan saja sekarang. Ada rasa gamang. Seolah tak pertjaja! Beberapa hari laloe mereka main begitu gemilang menggoeloeng Kroasia tanpa ampoen 4-2. Begitoe sempoerna disemoea lini. Tjepat, loegas, taktis. Namoen semalam semoeanja beroebah. Inggris tadi malam adalah Inggris dalam penampilan terboeroeknja. Mereka beroentoeng bisa menahan toean roemah 2-2 sampai akhir 2 kali 15 menit. Tapi andaipoen menang adoe penalti, itoe soenggoeh kemenangan jang tak pantas.
Dan sedjarah kemoedian memang tidak memihak mereka. Penalty shootout lagi-lagi mengirim St. George's Cross poelang kandang.
Inggris Takloek!
Dan saja hanya bisa mengoetjap lirih kalimat itoe.
Les Yeux Pour Pleurer
Kedoea mata ini memang ditjiptakan oentoek menangis .........

dinsdag, juni 22, 2004

So Lonely

When everybody loves you,
you can never be lonely


[Counting Crows - Mr. Jones]


I feel so lonely now
is that means no one love me???

dinsdag, juni 08, 2004

Sedang Goblok? Ato Lagi Gila?

Seharoesnja saja doedoek maniez disana
Didepan kompie diboeai sedjoeknja semilir angin boeatan
Menikmati djalannja hidoep jang toh gak djelek-djelek amat
Diketerpentjilan rig offshore noen djaoeh ditengah samoedra

Tapi kenapa malah milih mandi keringat disini
Antri oentoek melengkapi lembaran-lembaran berkas
oentoek bisa djadi tje-pe-en-es
tjalon pegawai negeri sipil
Dengan penghasilan jang nantinja melorot drastis
Sampai sepersekian dari jang sekarang?

Ahhhhh.....!
Djoedjoer saja poen gak taoe
Barangkali saja sedang goblok?
Ato malah lagi sableng?

Ada jang bisa kasih taoe??????

donderdag, mei 27, 2004

Sesama Kerabat

Si Anto adalah anak SD kelas satoe. Dia poenja teman satoe sekolah namanja Clara. Karena Clara tjantik dan manis, Anto djatoeh hati pada Clara. Clara djoega ternjata soeka sama Anto.
Soeatoe hari, karena nggak tahan lagi, si Anto ngomong ke Clara,
"Clara, akoe soeka kepadamoe. Sayang kita masih ketjil.....nanti kalo kita soedah dewasa, kita menikah ja...?!"
Dengan wadjah jang merona, si Clara mendjawab, "Anto, boekannya akoe menolak . . . akoe sih mau adja . . . Tapi dalam keloearga kami, kami hanja menikah sesama kerabat sadja. Paman menikah dengan bibi, kakek menikah dengan nenek, dan bahkan papa menikah dengan mama......padahal kan kamoe boekan kerabat aku Anto."
Mendengar djawaban Clara, seketika Anto patah hati....

maandag, mei 24, 2004

Tangis Nirmala Tangis Kita

Nirmala Bonat
Nirmala Bonat memang boekan Lisa Bonet!
Kulit boleh sama item tapi nasib djelas djaoeh berbeda.
Kalo Lisa Bonet tjoekoep berakting didepan kamera oentoek meraoep lembar demi lembar ratoesan dollar ke rekeningnya, Nirmala haroes pergi meninggalkan kampoeng halamannja noen djaoeh di Tuapukas, Kecamatan Kualin, Timor Tengah Utara, NTT oentoek djadi pembantoe dinegeri orang. Itoepoen hanja oentoek memperoleh penghasilan koerang dari 100 dollar.

Ketika berangkat ke negeri djiran, koerang lebih setahoen laloe, pastilah tak terbetik sama sekali dibenak gadis loegoe 19 tahoen, poetri semata wajang pasangan Daniel Bonat dan Marta Toni ini akan kelamnja garis nasib jang menantinja di sana.

Semoeanja bermoela dari kesalahan ketjilnja memetjahkan mug jang lantas beroedjoeng pada pemoekoelan dengan gantoengan badjoe oleh madjikan wanitanja. Sedjak itoe hari-harinja diisi dengan tamparan, poekoelan, bahkan siraman air panas.

"Satoe hari ia marah besar saat saja menjetrika. Ia mengatakan tjara strika saja tidak benar dan ia menampar saja," oedjar Nirmala. "Ia mengambil strika dan menempelnja di dada saja,".

Soelit dipertjaja tapi njata. Bahwa didjaman seperti sekarang ini ada jang sanggoep berboeat begitoe! Soenggoeh diloear rasa perikemanoesiaan! Bahkan tawanan Irakpoen tidak sampai mengalami nasib seboeroek itoe.

Begitoe rendahkah nilai TKI dimata mereka?
Ini boekan masalah Nirmala semata, seorang pejabat KBRI di Singapore memboeka angka mengedjoetkan betapa dalam tiga tahoen terakhir 100 TKI meregang njawa akibat djatoeh dari gedoeng tinggi disana. Bahkan berita televisi sore ini mengabarkan nasib Sri, TKI kita di Arab Saoedi jang poelang dalam keadaan koma akibat poekoelan dikepala!

Tangis Nirmala, Tangis Sri dan tangis para TKI lainnja adalah tangis kita. Sampai kapan kita akan teroes menoetoep mata? berpoera-poera toeli sambil menikmati hasil keringat mereka? Boekankah negara kita ini dibangoen dengan dana yang sebagian berasal dari hasil saboeng njawa mereka?